Cuaca Buruk, Lonjakan Penumpang Pelabuhan Merak Capai 33,85 Persen

CILEGON – Cuaca buruk yang melanda Banten selama beberapa hari terakhir tidak memengaruhi penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak mengklaim lalu lintas penyeberangan masih seperti yang telah dijadwalkan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Solikin menjelaskan, meski hujan mengguyur seperti pada malam pergantian tahun serta erupsinya Gunung Anak Krakatau, cuaca dinilai belum terlalu ekstrem. Kondisi perairan pun masih cukup aman untuk aktivitas penyeberangan. 

“Sekarang memang sedang pancaroba dari kemarau ke musim hujan. Tapi semuanya sudah diantisipasi oleh para operator kapal. Kita pun terus berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, dan stakeholder lain,” ujar Solikin kepada wartawan di Pelabuhan Merak, Kamis (2/1).

Kendati seperti itu, Solikin tetap mengimbau kepada perusahaan pemilik kapal sebagai penyedia transportasi penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan dengan memastikan seluruh aspek keselamatan di kapal telah terpenuhi. “Keselamatan itu tidak hanya dari penyedia transportasi, tapi juga semua, dari operator, regulator, dan pengguna jasa penyeberangan,” tuturnya.

Sementara itu, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fariz Rizki menjelaskan, pada libur Natal dan Tahun Baru, pengguna jasa penyeberangan meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kata Fariz, terhitung sejak 19 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020, sebanyak 670.448 orang telah menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak. Menurutnya, penumpang pejalan kali mengalami peningkatan sebanyak 17 persen dibandingkan 2018, sedangkan melalui kendaraan alami peningkatan sebanyak 37 persen.

“Secara keseluruhan jumlah penumpang alami peningkatan sebanyak 33,85 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya. Untuk kendaraan, yang telah menyeberang dalam kurun waktu yang sama sebanyak 132.440 unit. Jumlah itu meningkat sebanyak 26 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, puncak arus mudik terjadi pada 24 Desember lalu. Dimana saat itu jumlah peningkatan kendaraan yang menyeberang mencapai 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan peningkatan penumpang mencapai 60, 53 persen. Saat ini kondisi penyeberangan di Pelabuhan Merak sudah kembali normal. Arus balik libur Natal dan Tahun Baru dimungkinkan akan berlangsung hingga Minggu (5/1).

Pantauan Radar Banten, suasana di Pelabuhan Merak, Kamis (2/1) terlihat lengang. Namun masih terlihat aktivitas sejumlah masyarakat yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera baik pejalan kaki maupun menggunakan kendaraan pribadi dan umum. (bam/ibm/ags)