Cuek, Istri Ancam Kawin Lagi

Jaka (41) nama samaran, tak pernah menyangka jika sikap acuhnya berdampak tidak baik bagi rumah tangganya. Saking kurang pekanya, Jaka sampai pernah diancam istri, sebut saja Tika (39) bakal selingkuh andai tidak mengubah perilakunya yang jarang mempunyai waktu buat keluarga. Oalah.

Jaka mengaku baru menyadari jika sikapnya selama ini tak jauh beda dengan menelantarkan istri. Jarang punya waktu dan kurang perhatian. Cuek gitulah. Sikapnya itu muncul setelah Jaka dan Tika menikah sebelas tahun silam. Jaka bercerita soal rumah tangganya di sebuah warung sambil menunggu jemputan di Kecamatan Kragilan. Katanya, pertemuannya dengan Tika di bangku SMA. Tika merupakan adik kelasnya.

Pandangan pertama begitu menggoda, Jaka kepincut Tika yang memang berwajah imut. Mereka bertemu di kantin sekolah. Apalagi Tika termasuk siswi yang aktif mengikuti ekstrakurikuler di sekolah, mulai olahraga basket, pramuka, hingga OSIS sehingga menjadi idola para siswa laki-laki di sekolah. Lain dengan Jaka yang pendiam dan kuper alias kurang pergaulan. Awalnya Jaka hanya mengagumi Tika diam-diam. Berkat bantuan teman, Jaka berhasil mendapat nomor telepon Tika. “Waktu SMA saya pemalu,” kelitnya. Sekarang buaya ya.

Jaka yang tadinya pemalu mendadak berani menghubungi Tika. Upaya Jaka pun menuai respons positif. Namun, semakin mengenal dan dekat dengan Tika, Jaka malah merasa minder. Apalagi, setelah mengetahui jika Tika anak orang kaya. Selain itu juga Tika menjadi rebutan para lelaki hidung belang. pascalulus sekolah, banyak lelaki yang melamar Tika. Beruntung tidak ada satu pun pria yang mampu merebut hati Tika kala itu. “Pernah sekali ada pria yang hampir menikah dengan Tika. Tapi, tak lama mereka bubar di tengah jalan. Padahal, undangan sudah disebar,” ungkapnya. Widih kasian amat ya.

Tentu saja hal itu membuat keluarga Tika malu dan tertekan. Sampai satu hari, ayah Tika meminta nasihat ustad di kampung agar mencarikan jodoh untuk anaknya. Memang dasar sudah jodoh, ustad yang diminta tolong untuk mencarikan jodoh ternyata saudara dan tetangga Jaka. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Jaka bergegas mendesak ustad itu untuk menjadikannya jodoh Tika. Jaka yang saat itu sudah bekerja sebagai karyawan pabrik cukup percaya diri mendatangi keluarga Tika untuk melamarnya.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, lamaran Jaka diterima. Sebulan kemudian mereka menikah dengan pesta meriah. Beruntungnya Jaka, baru sebulan menikah langsung dibangunkan rumah oleh keluarga istri. Setahun kemudian, kebahagiaan mereka semakin sempurna setelah kelahiran anak pertama. Namun, perjalanan rumah tangga mulai terasa berat pada usia kedua pernikahan. Meski materi mencukupi, banyak hal yang membuat mereka sering berkonflik. Terutama sikap cuek Jaka yang tidak disadarinya selama ini. “Saya juga awalnya enggak tahu. Pokoknya istri tuh kayak sensitif gitu. Mudah marah dan emosian,” kesalnya. Masa sih enggak peka Kang.

Jaka yang belum menyadari kesalahannya menikmati kesehariannya tidak pernah ada waktu buat istrinya. Waktunya digunakan hanya untuk bekerja dan main bersama temannya. Tak sadar kalau perilakunya itu sudah menyakiti istri karena sudah tak dianggap. Selama itu pula, Jaka jarang berbicara dengan istri. Waktu libur ia sering habiskan untuk mengikuti hobinya memancing bersama teman. Tentu saja kondisi itu tak jarang membuat Tika naik darah. “Tika kadang suka ngancam bakal kencan sama laki-laki lain. Saya belum sadar tuh apa maksudnya,” tukasnya. Ya situ yang aneh Kang, itu tuh butuh perhatian.

Bingung dengan yang terjadi bersama Tika, Jaka akhirnya menemui ustad yang dulu menjodohkannya dan mencurahkan semua isi hatinya. Setelah berdiskusi, Jaka pun mendapat jawaban atas persoalan yang menimpanya. Akhirnya Jaka sadar setelah mendapat nasihat dari ustad kalau selama ini dia kurang perhatian terhadap istrinya. “Kata Pak Ustad saya harus peka sama istri, harus lebih perhatian, romantis, dan harus bisa mengerti apa yang dia inginkan,” ujar Jaka menirukan nasihat ustad.

Jaka pun mengikuti saran ustad dan mengubah sikapnya secara perlahan, dari yang tadinya cuek menjadi lebih perhatian, tadinya bersikap dingin menjadi jauh lebih romantis. Perubahan itu pun menuai hasil. Tika menjadi lebih baik dan tidak pernah marah-marah lagi. Berjalan lima tahun usia pernikahan mereka pun dikaruniai anak tiga dan hidup bahagia. “Alhamdulillah, sekarang istri jadi lebih baik dan perhatian ke saya,” akunya. Selamat ya Kang. (mg06/zai/ags)