JAKARTA – Faktor daya tahan tubuh, trauma, kurang tidur, sanitasi tak memadai, hingga cuaca buruk bisa membuat para pengungsi tsunami Selat Sunda rentan terhadap penyakit.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB dalam keterangan tertulis menegaskan ada berbagai upaya yang harus dilakukan. Salah satunya adalah kebutuhan gizi para pengungsi.

“Harus dipastikan bahwa para pengungsi harus mendapat makanan dan minuman yang cukup selama berada di pengungsian. Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar para pengungsi jangan jatuh sakit dan tetap berada dalam keadaan sehat. Selain itu juga mencegah terjadinya kejadian luar biasa diare atau keracunan makanan,” jelas dr. Ari, Minggu (30/12), dikutip dari JawaPos.com.

Dalam kaitan itu, ada bberapa hal yang perlu diperhatikan:

Air Bersih

Persedian air bersih untuk minum harus mencukupi. Dapur-dapur umum yang tersedia selalu mendapat suplai bahan makanan dan air bersih yang memadai untuk masak dan minum.

Makanan Higienis

Hindari mengkonsumsi makanan matang yang sudah lewat waktu tanpa dihangatkan kembali untuk mencegah keracunan makanan. Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh.

Cuci Tangan

Rajin cuci tangan pakai sabun atau hand antiseptic selama di pengungsian. Hal itu untuk menghindari infeksi usus.

Selimut dan Alas Tidur

Diusahakan agar kondisi tempat pengungsian dibuat senyaman mungkin. Tersedia alas tidur yang memadai dan juga selimut agar tubuh para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak tetap terlindungi terutama dari angin malam.

“Saat ini laporan dari beberapa lokasi terdapat keterbatasan selimut dan baju dingin. Bantuan harus difokuskan untuk penyediaan baju dingin dan selimut untuk para pengungsi agar terhindar dari paparan langsung dengan udara luar/dingin,” katanya.

Bersihkan Sampah

Kebersihan lingkungan pengungsian selalu terjaga dengan tersedianya tempat-tempat sampah disekitar lokasi pengungsian. Lokasi sekitar juga rutin dibersihkan dengan antiseptik. Para pengungsi muda dapat dikoordinasikan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

MCK Memadai

Sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) yang memadai dengan persediaan air yang cukup tentu juga harus tersedianya sabun dan peralatan mandi lain.

Suplemen atau Vitamin

Untuk para pengungsi khususnya anak-anak dan orang tua diberikan suplemen yang berisi multivitamin dan mineral mengingat keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

Obat-obatan

Perlu stok obat-obat sederhana, obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala dan oralit.

Trauma Healing

Bagi anak-anak perlu upaya untuk melakukan trauma healing dengan pengadaan buku-buku bacaan, mainan anak-anak dan kelompok-kelompok bermain untuk anak-anak dan mencegah anak-anak bermain diluar di bekas bencana yang masih berantakan. (JPC)