Curi Kotak Amal, Seorang Santri Di Kota Serang Babak Belur Diamuk Warga

0
643 views
ilustrasi (foto: Istimewa)

SERANG – Dua kantong mata Satani (18) menjadi bengkak dan kemerahan. Santri Ponpes Modern Al-Islam itu menjadi korban amarah warga. Satani dipergoki sedang mencongkel kotak amal salah satu masjid di Lingkungan Kadujajar, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Senin (6/2).
Sebelumnya, siswa kelas X SMA itu pamit meninggalkan ponpes dengan tujuan pulang ke rumah orangtuanya di Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang. Lantaran tak memiliki ongkos, Satani memutuskan berjalan kaki.
Sekira pukul 12.30 WIB, Satani memutuskan untuk beristirahat. Dia mendatangi salah satu masjid di lingkungan Kadujajar. Saat berada di teras masjid, mata Satani tertuju ke sebuah kotak amal yang diletakkan di pintu belakang masjid. Niat mencuri muncul. “Mau naik angkot, tapi enggak punya uang,” kata Satani di Mapolsek Cipocokjaya.
Saat bersamaan beberapa warga mendatangi masjid untuk melaksanakan salat. Supaya tak dicurigai, Satani juga bergegas mengambil wudu. “Ada yang salat. Saya congkel pakai besi yang ada di situ,” kata Satani.
Belum berhasil mengambil uang, perbuatan Satani keburu dipergoki warga. Tanpa ampun, Satani menjadi sasaran emosi warga. Punggung, tangan, dan wajah jadi sasaran pukulan warga. Setelah emosi warga reda, Satani diantar ke Mapolsek Cipocokjaya. “Belum dapat uangnya. Ingin ambil Rp10 ribu aja. Kalau sudah, nanti mau diganti,” kata Satani.
Kapolsek Cipocokjaya Komisaris Polisi (Kompol) Syahrul mengaku akan memanggil kedua orangtua santri tersebut. “Uangnya juga belum sempat diambil,” ucapnya. (Wanda/Radar Banten)