Curug Munding Bakal Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Curug Munding yang berada di Kampung Cicaringin, Desa Cicaringin, Kecamatan Gunungkencana.

RANGKASBITUNG – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak menetapkan Curug Munding yang berada di Kampung Cicaringin, Desa Cicaringin, Kecamatan Gunungkencana, sebagai destinasi wisata unggulan. Keindahan air terjun tersebut diyakini akan menarik wisatawan dari berbagai daerah di Banten dan nasional.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kabupaten Lebak Oktavianto Arief mengatakan, Curug Munding merupakan objek wisata yang indah dan menarik. Karenanya, Dispar Lebak akan menjadikan tempat itu sebagai destinasi wisata unggulan, bersama Baduy dan Pantai Sawarna. “Dari puluhan tempat wisata, kita punya tiga destinasi wisata unggulan, yakni Curug Munding, Pantai Sawarna, dan Baduy,” kata Oktaviano Arief, Selasa (4/4).

Lelaki yang akrab disapa Okta ini mengatakan, promosi wisata Lebak terus dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat. Bahkan, untuk menarik wisatawan lokal dan nasional, Dispar telah mengembangkan konsep wisata berbasis komunitas. Salah satunya, dengan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Curug Munding.

“Air terjun di Gunung Kencana memiliki daya tarik yang luar biasa. Para pengunjung akan dibuat betah berada di tempat wisata alam tersebut,” jelasnya.

Untuk mempromosikan destinasi wisata di Lebak, Dispar terus melakukan sosialisasi tempat wisata melalui pameran pembangunan dan ekspose di media massa. Dengan harapan, lokasi wisata yang indah di Lebak itu dikenal masyarakat luas. “Bahkan, komunitas masyarakat di Lebak ikut aktif mempromosikan wisata di media sosial,” ungkapnya.

Menurut Okta, Lebak kaya akan tempat wisata alam dan budaya. Jadi, tidak hanya Curug Munding, Pantai Sawarna, dan Baduy. Tapi, ada banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah seperti Museum Multatuli di Rangkasbitung, Pantai Bagedur di Malingping, Pemandian Air Panas di Cipanas, Situs Kosala di Lebak Gedong, Pantai Pulo Manuk di Bayah, dan tempat wisata alam lainnya yang masih perawan.

“Tahun ini, kita targetkan kunjungan wisata ke Lebak sebanyak 500 ribu orang per tahun. Kita optimistis, target kunjungan wisatawan tersebut tercapai,” ungkapnya.

Kepala Dispar Kabupaten Lebak Hayat Syahida menyatakan, potensi wisata di Lebak belum tergali secara optimal. Karenanya, Dispar terus berupaya untuk menata tempat wisata di daerah supaya diminati wisatawan lokal dan nasional. Apalagi, tempat wisata alam di Lebak tidak kalah dengan destinasi wisata di daerah lain di Indonesia. “Pariwisata Lebak harus dikembangkan sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat yang ada di sekitarnya,” ungkapnya. (Mastur/Radar Banten)