Daerah Siap Terapkan PSBB

0
1.370 views
Polres Pandeglang dan Polsek Cadasari serta UPT Puskesmas Cadasari melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada pendatang yang akan masuk wilayah Pandeglang di perbatasan Pandeglang-Baros, Kampung Palwates, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Rabu (1/4).

Menanggapi PSBB termasuk pembatasan moda transportasi, pemerintah kabupaten kota mengaku siap mengikuti instruksi pemerintah pusat. Sejumlah bupati dan walikota di Banten saat dihubungi sepakat dengan PSBB untuk membatasi penyebaran virus corona di daerah.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, pembatasan sosial di  Kota Serang sebenarnya sudah  berjalan. Di antaranya pembatasan kegiatan di fasilitas umum dan meliburkan sekolah. “Kita sudah melakukan pembatasan-pembatasan melalui surat edaran. Namun, lainnya belum kita lakukan seperti pembatasan kegiatan keagamaan,” katanya, Rabu (1/4).

Kata Syafrudin, kebijakan strategis lainnya mengacu regulasi PSBB harus melalui kajian dan mendapatkan persetujuan pemerintah pusat.  “Besok (hari ini-red) kita ada rapat Gugus Tugas Covid-19. Nanti hasilnya kita sampaikan,” katanya.

Terpisah, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menegaskan, Pemkab  Serang   akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat termasuk kebijakan PSBB. “Desakan lockdown atau karantina wilayah tidak efektif dilakukan di Serang. Sebab Kabupaten Serang merupakan daerah perlintasan serta memiliki banyak pintu masuk orang dari daerah lain,” terangnya.

Tatu sepakat dengan kebijakan Presiden untuk melakukan PSBB di setiap daerah. Namun menurutnya, lebih baik pemerintah pusat hingga daerah juga mempertegas aturan isolasi mandiri bagi berstatus orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP).  Bersama Tim Gugus Tugas yang di dalamnya termasuk unsur TNI-Polri, Tatu mengatakan,  akan mempertegas aturan isolasi mandiri. Termasuk mencegah kedatangan warga dari daerah zona merah Covid-19 yang melakukan mudik. “Tentu penguatan pelayanan serta sarana prasana di semua fasilitas kesehatan juga diperkuat,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita. Kata Irna, akan mengikuti instruksi pemerintah terkait PSBB sebagai upaya pencegahan virus corona. “Sekarang kita melakukan pengawasan di beberapa lokasi perbatasan dan tempat keramaian,”katanya.

Irna menerangkan, lokasi yang dilakukan pengawasan ada di wilayah Kecamatan Cadasari, Pandeglang, dan Kecamatan Carita. Di lokasi itu dibuat posko dengan dilengkapi petugas kesehatan, aparat kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan beberapa instansi lain. “Di posko itu dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan corona. Kita bukan melarang orang masuk atau keluar dari Pandeglang. Kalau enggak penting-penting amat sebaiknya di rumah saja,” katanya

Asda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemkab Pandeglang Ramadani mengatakan, pembatasan akses masuk dan keluar Pandeglang berlaku untuk semua pihak tanpa terkecuali. Lokasi yang dijadikan sebagai posko pemeriksaan yaitu di wilayah Gayam, Kecamatan Cadasari sebagai perbatasan Kabupaten Serang dengan Kabupaten Pandeglang, terminal Kadubanen, Kecamatan Pandeglang sebagai daerah perbatasan dengan Kabupaten Serang, dan Carita, Kecamatan Carita sebagai daerah yang banyak dilalui wisatawan. “Iya mulai besok (hari ini-red) diberlakukan, sekarang kita sedang persiapan,” katanya.

Begitu pun dengan Pemkot Cilegon yang mengaku siap melaksanakan PSBB. Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat, pembatasan sosial yang selama ini telah diterapkan di Kota Cilegon akan dilakukan lebih masif lagi.

Menurutnya, saat ini, pembatasan aktivitas sebagai pemutusan mata rantai penyebaran virus corona telah dilakukan seperti pembatasan kerja ASN, menerapkan sistem belajar di rumah bagi siswa, pelayanan publik secara daring, pembatasan jam operasional pasar tradisional dan modern, serta di beberapa sektor lain.

Menurut Edi, selama ini dalam menerapkan kebijakan pembatasan sosial, pihaknya telah menginstruksikan seluruh lapisan dari OPD hingga jajaran di tingkat kelurahan agar kebijakan itu bisa berjalan efektif. Ia juga telah menginstruksikan agar seluruh lapisan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan lainnya. 

Di Lebak, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Feby Hardian Kurniawan menyatakan, pembahasan mengenai PSBB akan segera dilaksanakan.  “Hal itu baru akan kita bahas bersama musyawarah unsur pimpinan daerah (Muspida) Lebak,” kata Feby Hardian.

Dijelaskannya, sampai sekarang belum ada kegiatan penyekatan yang dilakukan TNI dan Polri di perbatasan wilayah Lebak. Termasuk membatasi pergerakan massa di stasiun maupun terminal. “Jadi, teknis dari PSBB belum kita putuskan. Nanti kita diskusikan terlebih dahulu, sehingga setelah kebijakan diambil aparat dan masyarakat sudah siap menjalankannya,” ungkapnya.

Lelaki yang menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) III Bidang Kesejateraan Rakyat (Kesra) ini menegaskan, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya memimpin langsung penanganan Covid-19. Bupati bersama Wakil Bupati dan pimpinan daerah ingin Lebak tetap zero kasus virus corona.  (dib-tur-bamzai-zan/alt/ags)