Daftar Haji Tahun 2018, Berangkat Tahun 2036

Pegawai Kemenag Kota Cilegon sedang melayani calon jamaah haji yang melakukan pemberkasan di Kantor Kemenag Kota Cilegon, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Selasa (3/7) siang.

CILEGON – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon menyatakan daftar tunggu calon jamaah haji (calhaj) kini mencapai 18 tahun. Bila tahun ini mendaftar, Anda baru akan berangkat pada 2036 mendatang. Jumlah daftar tunggu tersebut bisa saja bertambah mengingat antusiasme masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai calhaj terus bertambah.

Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon Mahfudin mengatakan, dari tahun ke tahun minat masyarakat yang ingin berangkat ke Tanah Suci semakin tinggi. “Dari data kami memang seperti itu, antreannya sudah 18 tahun. Bagi warga yang baru mendaftar haji sekarang harus mau menunggu selama 18 tahun untuk mendapatkan giliran berangkat,” kata Mahfudin, usai acara manasik haji se-Kota Cilegon, Selasa (3/7).

Mahfudin menambahkan, pada musim haji tahun ini total jamaah calon haji asal Kota Cilegon yang akan diberangkatkan sebanyak 758 orang. Pemberangkatan pertama pada 10 Agustus 2018. “Kalau total keseluruhan yang diberangkatkan dari Cilegon sebanyak 815 orang. Karena kami mendapatkan tambahan 57 orang jamaah mutasi dari Kabupaten Serang,” imbuhnya.

Dengan jumlah tersebut, lanjutnya, pemberangkatan calhaj dari Cilegon akan dibagi ke dalam tiga kloter. Kloter pertama sebanyak 393 calhaj dan diberangkatkan 10 Agustus nanti, kloter kedua juga sama, sebanyak 393 calhaj diberangkatkan pada 13 Agustus. “Dua kloter tersebut semuanya diisi calhaj dari Cilegon. Satu lagi kloter gabungan dengan calhaj dari Lebak dan Kota Tangerang diberangkatkan pada gelombang kedua,” terang Mahfudin.

Sementara itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Cilegon Sakhrudin menyatakan, untuk menjadi calhaj yang terdaftar dalam daftar tunggu pemberangkatan harus menyetor Rp25 juta sebagai uang muka. Sementara untuk pelunasan bisa dilakukan ketika sudah dipastikan akan berangkat dan ditentukan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) oleh pemerintah. “BPIH tahun ini Rp32.532.190,00. Kalau untuk 18 tahun mendatang, kemungkinan besar akan bertambah lagi. Uang muka tetap Rp25 juta,” ucapnya.

Tahun ini, ada dua calhaj asal Cilegon yang gagal diberangkat. Satu mengalami gagal ginjal dan satu meninggal dunia. “Kalau gagal ginjal memang tidak boleh berangkat karena yang bersangkutan akan melalui proses pengobatan. Itu rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes),” tandas Sakhrudin.

Pada bagian lain, Kepala Dinkes Kota Cilegon dr Arriadna menjelaskan, jika ada calhaj yang mengalami gagal ginjal dan harus cuci darah maka tidak diperbolehkan untuk berangkat ke Tanah Suci. “Semua calhaj asal Cilegon semuanya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, vaksin meningitis juga sudah,” ungkapnya. (Andre AP/RBG)