Daftar PPDB Online, Ambil Nomor Anteran Pukul Tiga Dini Hari

0
716 views

Pendaftaran peserta didik baru SMA negeri di Banten dimulai Senin (17/6) ini. di SMAN 1 Kota Serang, misalnya, pengambilan nomor pendaftaran buka pukul 08.00 WIB. Tetapi para wali murid mendatangi sekolah yang berlokasi di Jalan Jenderal A Yani sejak subuh. Bahkan berdasarkan informasi yang diterima Radar Banten, pengambilan nomor pendaftaran dibuka sejak pukul 03.00 WIB.

Ahmad Rosadi, salah satu wali murid mengaku datang ke sekolah pukul 05.30 WIB. “Saya dapat nomor antrean 180. Tadinya mau datang jam delapan, tapi kata teman jangan. Datang dari subuh saja. Benar saja. Malah saya dapat info, dibuka dari jam tiga dini hari,” ujar Rosadi.

Kata dia, ketidakkonsistenan waktu buka pendaftaran itu sempat membuat gaduh suasana di SMAN 1 Kota Serang. Apalagi saat pukul 10.15 WIB, nomor antrean sudah mencapai 1.069. Berdasarkan informasi dari SMAN 1 Kota Serang, pihaknya menyediakan 1.200 nomor antrean.

Tempat tinggalnya yang berada di daerah Lopang membuatnya optimistis anaknya yang merupakan alumni SMPN 1 Kota Serang dapat diterima. “Keterlaluan kalau tidak terima karena jaraknya dekat,” tandasnya.

Seorang wali murid lainnya mengaku, teman anaknya mendapatkan nomor antrean satu. “Itu datangnya jam tiga dini hari,” tutur wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Wali murid lainnya, Karsenli, sempat ragu mendaftarkan anaknya sekolah di SMAN 1 Kota Serang. Lantaran nilai ujian nasional anaknya di SMPN 4 Kota Serang tak terlalu tinggi.

“Sebelum ke sini (SMAN 1 Kota Serang-red), tadi ke SMAN 4 Kota Serang dulu, tapi katanya tidak diterima karena jarak sekolah dengan rumah jauh,” ujar warga Lingkungan Cimuncang Es, persis di belakang SMAN 1 Kota Serang.

Setelah diarahkan oleh SMAN 4 Kota Serang, ia mengaku langsung menuju SMAN 1 Kota Serang. “Tadinya takut daftar di SMAN 1 Kota Serang. Apalagi, dulu kan dibilangnya SMAN 1 ini favorit. Anaknya pintar-pintar,” tutur Karsenli.

Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Kota Serang Agus Dahyar mengatakan, kuota untuk SMAN 1 Kota Serang hanya 432 orang. Sedangkan pendaftarnya mencapai angka seribu lebih. Apabila ada masyarakat yang ingin mendaftar pihaknya tetap melayani. Validasi dan verifikasi akan dilakukan setiap hari sampai Sabtu (22/6).

Agus mengatakan, meskipun pengambilan nomor antrean dibuka pukul 08.00 WIB, tetapi sejak subuh banyak masyarakat yang berada di depan pintu gerbang. “Kami buka dengan pertimbangan agar tidak terlalu membeludak. Bayangkan kalau dibuka jam delapan, ada sekira 900 orang yang datang mengambil nomor. Tentu tidak kondusif,” terangnya.

Kata dia, pengambilan nomor antrean itu dilakukan dini hari lantaran ada klausul yang menyatakan apabila jarak rumah dengan sekolah sama, maka akan diambil yang lebih dulu mendaftar. Ia memperkirakan hal ini yang memicu masyarakat datang pagi-pagi.
Menanggapi hal itu, Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih tak mempersoalkan. Baginya, pengambilan nomor antrean yang dibuka lebih cepat itu agar jumlah masyarakat tak semakin membludak.

Calon siswa membeludak juga terjadi di  SMAN 1 Kota Cilegon. Orangtua calon siswa mengantre mendapatkan nomor antrean untuk  melakukan pendaftaran sekaligus validasi data persyaratan seperti kartu keluarga (KK), surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN), surat keterangan lulus (SKL), dan keterangan jarak antara rumah dan sekolah (zonasi).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Pelaksana PPDB SMAN 1 Kota Cilegon Nuryasin mengatakan, kuota siswa baru hanya 360 orang untuk sepuluh rombongan belajar (rombel). Sedangkan peserta yang mendaftar diperkirakan mencapai 900 orang. “Hari pertama saja sudah 300 pendaftar,” katanya kepada Radar Banten, di ruang kerjanya.

Antrean PPDB juga terjadi di SMAN 2 Krakatau Steel Kota Cilegon. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Pelaksana PPDB SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon Sibromalisih mengaku, antrean terjadi sejak pukul 07.00 WIB. “Kalau gerbang tidak kami tutup, bisa-bisa membeludak di dalam,” katanya.

Sibromalisih mengatakan, kuota siswa baru 432 orang untuk dua belas rombel  atau kelas. Peserta yang mendaftar mencapai 800 orang. “Hari pertama saja sudah 200 pendaftar,” katanya. (Rostinah/Bayu M)