SERPONG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta panitia kurban tidak menggunakan plastik hitam karena akan berdampak kurang baik untuk kesehatan. Hal tersebut berdasarkan dengan standaritas yang ditentukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala DKPP Kota Tangsel Nur Slamet mengatakan, menurut ketentuan yang sudah ditetapkan oleh BPOM, plastik hitam merupakan barang daur ulang. Karena itu ia meminta panitia lebih baik menggunakan plastik bening.

”Sifatnya imbauan saja soal penggunaan plastik. Apalagi badan pengawas sudah menjelaskan larangan memakai barang tersebut,” kata Nur Slamet usai Sosialisasi Pemotongan Hewan di Masjid Al-Fath, BSD Serpong, Senin (7/8).

Dia menambahkan, sudah bekerja sama dengan pihak swasta terkait dengan keamanan pangan terhadap pemotongan hewan kurban nanti. Pihaknya akan menurunkan sebanyak 54 dokter hewan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban.

”Kita bekerja sama dengan pihak swasta, jadi nanti akan ada satu dokter hewan bagi satu kelurahan yang akan memeriksa keamanan hewan kurban,” kata Slamet.

Pemeriksaannya sendiri, akan dilakukan dua tahap. Yakni sebelum disembelih dengan memastikan kondisi fisik hewan. Dan setelah disembelih dengan memastikan bahwa daging yang akan dikonsumsi aman, tidak mengandung penyakit seperti cacing atau cacat pada organ tubuhnya.

Sementara Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel Hasan Mustopi mengatakan, akan ada 530 lokasi pemotongan hewan kurban yang akan diawasi. Ini demi menjaga kehalalan serta proses pemotongan hewan.

”Kita sudah utus anggota mengawasi pemotongan hewan. Dari mulai pemilihan hewan kurban, pemilihan panitia sampai nanti proses pembagian hewan ke rumah-rumah sekitar lokasi pemotongan,” katanya.

Dirinya juga menerangkan kepada seluruh panitia apa saja yang dibutuhkan dalam melakukan proses pemotongan hewan kurban. ”Ya kita sosialisasikan kalau memotong hewan harus dengan pisau tajam. Mengikat hewan juga menggunakan tali tambang goni. Sosialisasi semacam itu, yang karena memang meskipun sederhana, panitia tidak tahu,” kata dia.

Hasan juga mengatakan, MUI bekerja sama dengan pemkot dalam melakukan pengawasan distribusi hewan kurban. Yaitu dalam pengecekan kesehatan hewan kurban.

Hasan juga mengatakan, MUI bekerja sama dengan pemkot dalam melakukan pengawasan distribusi hewan kurban. Yaitu dalam pengecekan kesehatan hewan kurban. Maka itu datanya harus lengkap. (mg-04/Firdaus/RBG)