Daging Sapi Beku atau Segar Sama-sama Bergizi

0
204
Pedagang daging di Pasar Rau, Kota Serang.

SERANG – Sebagai konsumen, masyarakat disuguhkan dengan dua pilihan daging, yakni beku dan segar. Sebagian masyarakat ada yang memilih daging segar karena dinilai gizinya lebih baik dibandingkan daging beku. Namun, Kepala Seksi Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Yeti Herman mengungkapkan, nilai gizi antara daging segar dan daging beku ternyata sama saja. “Daging yang dibekukan saat awalnya tentu kualitasnya bagus,” ujar Yeti, Selasa (22/5).

Hanya saja, masyarakat sebagai konsumen harus dapat memperhatikan beberapa hal agar mendapatkan daging beku dengan kualitas baik. Mulai dari kemasan yang baik, waktu kadaluarsa, kebersihan, hingga warna daging yang masih terlihat segar. Bahkan, sebagai konsumen masyarakat juga bisa menanyakan waktu penyimpanan daging segar itu sejak kapan dan daging itu berasal dari daerah mana. “Daging beku yang masih baik biasanya disimpan tak lebih dari satu bulan,” ujarnya. Selain itu, daging beku juga harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah minus 10 derajat Celcius.

Selain cara penyimpanan, Yeti mengatakan, cara mengolah daging beku juga harus benar. Kalau tidak, gizi yang ada dalam kandungan daging juga akan hilang. Caranya, daging beku harus dikeluarkan dulu dari lemari pendingin dan disesuaikan dengan suhu ruangan. “Jangan langsung dimasak dan dicucinya juga harus dengan air mengalir agar gizinya tidak hilang,” terangnya.

Sementara itu, tambah Yeti, pemilihan daging segar juga harus diperhatikan. Warna daging juga harus dipastikan untuk mengetahui daging apa yang akan dibeli. Selain itu, sebelum diolah, daging juga harus dibersihkan. “Termasuk kalau mau disimpan di kulkas, harus dibersihkan dulu,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Serang Akhmad Benbela mengatakan, masyarakat Kota Serang lebih memilih daging segar dibandingkan daging beku lantaran dinilai lebih aman. Padahal, harga daging segar jauh lebih mahal ketimbang daging beku. Saat ini, harga daging segar yakni Rp120 ribu per kilogram, sedangkan daging beku Rp80 ribu per kilogram.

Namun, tambahnya, para pengusaha rumah makan lebih memilih daging beku karena lebih murah. “Atau daging beku yang sudah dihilangkan kebekuannya,” terang Benbela.

Saat ini, daging beku itu sudah masuk ke pasar tradisional untuk menekan harga daging segar agar tidak terlalu tinggi. Biasanya daging beku yang masuk ke Kota Serang berasal dari Australia. “Padahal kalau melihat warna dan dagingnya bagus juga hanya saja lebih tipis,” tuturnya. (Rostinah/RBG)