Dalam Sehari Terjadi 2 Kecelakaan, 3 Orang Tewas

Warga melihat mobil nopol A 1276 UI rusak parah setelah bertabrakan dengan truk di Jalan Serang-Cilegon, Sabtu (28/7).

SERANG – Dua insiden kecelakaan maut terjadi di lokasi berbeda pada Sabtu (28/7). Tiga orang tewas akibat insiden maut di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, dan Desa Pancanegara, Kabupaten Serang.

Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Palka, tepatnya di Kampung Babadan, Desa Pancanegara, Kabupaten Serang. Mobil Toyota Avanza nopol A 1137 F menabrak Honda Karisma nopol A 4352 AZ.

Peristiwa itu bermula saat pengendara motor Karisma bernama Askar membonceng Samsudin melaju dari arah Palima menuju Cinangka. Dari arah berlawanan melaju kencang sebuah minibus yang dikemudikan Eki Baihaqi (41).

Saat di lokasi kejadian, Eki mengambil kanan jalan untuk menghindari pejalan kaki yang menggunakan bahu jalan. Namun, minibus milik warga Kampung Pasar, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, justru menghantam motor korban.

Benturan itu menyebabkan Askar dan Samsudin terpental. Sementara motor korban sempat terseret beberapa meter lantaran tersangkut dibawa mobil. “Sopir Avanza berusaha mengambil jalur kanan (untuk) menghindari pejalan kaki di bahu jalan. Karena kendaraan Avanza ini terlalu ke kanan, seketika menabrak motor korban,” kata petugas Unit Laka Lantas Polres Serang Kota Brigadir Doni Rukmanda.

Kerasnya benturan itu menyebabkan kedua korban mengalami luka serius dan tewas seketika. Jenazah korban langsung dievakuasi menuju RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang. “Informasinya, korban merupakan menantu dan mertua,” kata Doni.

Hampir bersamaan, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Serang-Cilegon tepatnya di Lingkungan Taman Baru, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Sebuah mobil Suzuki Splash nopol A 1276 UI bertabrakan dengan truk pengangkut batu bara nopol A 9745 PA.

Peristiwa itu bermula saat mobil Splash yang dikemudikan Kurnia Adli didampingi Restia Setiawati melaju dari arah Cilegon menuju Serang. Kendaraan melaju kencang dan menyalip sepeda motor di depannya. Diduga jalan bergelombang, mobil oleng dan mengambil jalur berlawanan.

Saat bersamaan melaju truk yang dikemudikan Rizal Ika Solihin. Kehadiran mobil korban membuat Rizal panik. Rizal berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir ke kiri. Tapi, truk yang dikerneti Rama Surya Saputra itu tetap tak bisa menghindar dari benturan kendaraan korban.

Benturan keras itu mengakibatkan Kurnia Adli tidak sadarkan diri. Sementara, Resti Setiawati mengalami luka serius pada kakinya. Kedua korban dievakuasi ke RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang.

Dari pantauan di lokasi, Suzuki Splash warna hitam berkap hijau muda mengalami rusak parah pada bagian depan. Sementara, mobil truk terguling dan isi muatan menutupi Jalan Raya Serang-Cilegon.

Akibatnya, arus kendaraan baik dari Serang maupun Cilegon terhambat. Untuk mengurai kemacetan, kepolisian membuka jalur dari sisi kiri-kanan jalan agar kendaraan bisa melintas di jalan tersebut.

Kanit Laka Lantas Polres Serang Kota Ipda Ade Komarudin menjelaskan, kecelakaan Splash dengan truk batu bara itu diduga karena pengemudi Splash melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi hilang kendali saat berusaha menyalip motor. “Sopir dan penumpang mobil Splash luka-luka, dan sudah dirawat di RSUD Serang, tapi sopirnya akhirnya meninggal di rumah sakit,” katanya.

Terpisah, kerabat Kurnia Adli, Meira mengakui, korban tewas seusai menerima perawatan intensif di RS. “Insya Allah keluarga sudah ikhlas. Untuk teman-temannya Adli mohon dibukakan pintu maafnya. Rencana mau dimakamkan di Labuan, dekat makam kakaknya,” katanya.

Sementara itu, Staf Humas UIN Banten Ferry Ramadan menjelaskan bahwa salah satu korban atas nama Resti Setiawati merupakan mahasiswa UIN Banten jurusan Sejarah Kebudayaan Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab. “Iya betul dia mahasiswi sini (UIN Banten), dia mahasiswi semester sembilan,” katanya. (BRP-Merwanda/RBG)