Dampak Corona, Jumlah Pedagang Pasar Berkurang

0
1.694 views
Mewabahnya virus corona membuat suasana Pasar Blok F, Kecamatan Cilegon, terlihat sepi pengunjung, Kamis (26/3/2020).

JAKARTA – Dampak penyebaran virus corona sangat berpengaruh kuat pada ekonomi masyarakat, baik daya beli masyarakat yang menurun maupun para pedagang pasar rakyat dan ritel yang melemah transaksi penjualannya.

Bahkan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan, berdasarkan laporan sementara dari 285 kabupaten/kota, telah penurunan jumlah pedagang di pasar rakyat rata-rata sebesar 29 persen. Penurunan juga terjadi pada omset pedagang sebesar rata-rata 39 persen sebagai imbas dari sepinya pembeli selama Covid-19 di Indonesia.

Nasib serupa juga dirasakan pelaku usaha ritel yang omsetnya turun 90 persen dan penurunan pasokan barang sebesar 50 persen sehingga dampak lebih luasnya lagi adalah para pedagang akan mengalami penurunan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai kewajibannya, seperti pembayaran pajak, sewa, listrik dan gas, cicilan pinjaman, maupun gaji pegawai.

Mendag Agus mengatakan, Covid-19 memberikan dampak pada sektor perdagangan, baik penurunan daya beli masyarakat maupun melemahnya transaksi dagang di pasar rakyat maupun dan ritel modern. Untuk itu, dalam menjaga ketersedian barang kebutuhan pokok dan penting bagi masyarakat dan menghindari dampak yang lebih luas bagi melemahnya ekonomi rakyat kecil, Mendag minta pasar rakyat tetap harus beroperasi dengan mengedepankan kebersihan pasar dan pedagang/pembeli, menerapkan physical distancing dalam optimalisasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah untuk memutuskan penebaran Covid-19. Kemendag akan bekerja sama dengan Kemendagri, BNPB dan satuan tugas di daerah, pemerintah provinsi dan kota serta assosiasi terkait dalam memonitor pasar rakyat yang bersih dan higienis beroperasi.

“Dampak Covid-19 sangat berdampak luas kepada nasib pedagang dan pelaku usaha pasar rakyat dan ritel karena omsetnya menurun akibat terjadi penurunan jumlah pembeli. Bahkan ada beberapa pasar yang tutup. Hal ini yang perlu ditangani segera agar tidak terpuruk nasib para pedagang kecil termasuk petani, nelayan, peternak dan industri kecil yang menyuplai produknya ke pasar,” ungkap Mendag dikutip dari siaran pers, Senin (4/5) .

Kata dia, berbagai upaya tetap berdoa dan ikhtiar untuk kesehatan para pedagang dan pembeli, namun di sisi lain pasar rakyat diharapkan tetap beroperasi dengan mengedepankan kebersihan pasar, pedagang dan pembeli, menerapkan physical distancing, serta mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, agar dapat mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Selain itu yang paling penting adalah Kemendag menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dan penting dengan harga stabil.

Pada kesempatan ini Menteri Agus Suparmanto menegaskan kembali kepada Ketua Asosiasi Pemerintah Kota seluruh Indonesia dan Ketua Asosiasi Kabupaten Seluruh Indonesia agar masing-masing pemerintah provinsi, kabupaten, kota serta desa tetap mengijinkan pasar rakyat buka dan berjualan dengan mematuhi protokol keselamatan yang ditetapkan pemerintah dalam antisipasi penyebaran Covid-19. Hal itu agar tujuan utama memenuhi ketersediaan barang pokok dan penting bagi masyarakat dengan harga yang stabil. (aas)