Dampak Covid-19, 823 Pekerja di Kabupaten Serang Dirumahkan

0
111

SERANG – Terkena dampak virus corona (Covid-19), sebanyak 823 pekerja yang bekerja pada perusahaan di Kabupaten Sertang dirumahkan sejak awal April. Hal itu berdasarkan hasil laporan yang diterima Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang R Setiawan mengungkapkan, pihaknya menerima laporan banyak pekerja di wilayahnya dirumahkan. Disebutkan Setiawan, pekerja yang dirumahkan berasal dari usaha perhotelan dan industri. “Kita terima laporan ada 823 pekerja yang dirumahkan. Itu karena kunjungan hotel sepi dan produksi industri berkurang,” ungkap Setiawan kepada Radar Banten di halaman Pemkab Serang, Kemarin (23/4).

Semisal perhotelan, kata Setiawan, merumahkan karyawannya karena kunjungan hotel sepi selama pandemi Covid-19. Sementara pihak industri, beralasan kesulitan bahan baku sehingga produksinya berkurang. “Dari industri kalau tidak salah ada empat perusahaan, sisanya hotel,” katanya.

Kata Setiawan, sesuai surat edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, selama pekerja dirumahkan pengupahannya diserahkan sesuai kesepakatan pihak perusahaan dan karyawan. “Nanti mereka (perusahaan dan karyawan-red) berunding, berapa persen gajinya selama dirumahkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi General Manager (AGM) Hotel Anyar-Cinangka, Abdul Ghofur mengungkapkan, di wilayahnya ada 13 hotel yang tutup sehingga memaksa pengusaha hotel merumahkan seluruh karyawannya karena kunjungan hotel sepi. “Hotel yang masih buka juga itu menerapkan sistem kerja 15 hari dalam satu bulan,” katanya.

Terkait itu, Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Agung Nurohmat mengatakan, pihaknya merencanakan melakukan pelatihan untuk para pekerja yang dirumahkan selama pandemi Covid-19. “Kita sekarang sedang upayakan revisi anggaran. Mudah -mudahan bulan puasa sudah bisa (melaksanakan pelatihan-red),” harapnya.

Dijelaskan Agung, pelatihan kerja akan difokuskan untuk pembuatan masker, wastafel portable, dan alat pelindung diri (APD) tenaga medis agar dapat disalurkan kepada masyarakat umum. “Kalau jumlahnya masing-masing empat paket (pelatihan-red), satu paketnya 16 orang,” tandasnya. (jek/zai)