Dampak Covid-19, Ribuan Pekerja Akan Ambil Jaminan Hari Tua

SERANG – Ribuan pekerja di Banten diperkirakan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor industri. Karena itu, Badan Pelaksana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kanwil Banten sudah siap menghadapi ribuan pekerja yang akan mengambil dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang menjadi hak perkerja ketika sudah tidak bekerja.

Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Banten Eko Nugriyanto mengungkapkan, lonjakan peserta yang akan mengambil JHT akan terjadi. Hal ini sudah diketahui dari peserta yang sudah nonaktif atau tidak membayar iuran lagi karena kondisi Covid-19.

“Jumlahnya sudah cukup besar, baik tenaga kerja formal maupun informal. Jumlahnya sudah mencapai 1 juta secara nasional. Mereka ada yang dirumahkan dan di-PHK. Kalau di Banten belum tahu persis datanya,” ungkap Eko usai memberikan bantuan kepada rumah sakit dan perusahaan di BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Serang, Senin (18/5).

Yang jelas, lanjut Eko, PHK sudah banyak. Cepat atau lambat mereka yang di-PHK akan mengambil JHT. Mengantisipasi hal itu, pertama akan mendorong perusahaan supaya mengurus proses pengambilan JHT para pekerja secara kolektif. Misalnya dengan PT Nikomas melakukan koordinasi agar HRD-nya mengurus data secara kolektif untuk mengurangi antrean di kantor cabang saat pandemi Covid-19 atau antrean secara online di Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik)

“Kedua mendorong pelayanan di kantor cabang dengan bekerja lebih simpel,” ungkap Eko.

Soal dana, Eko memastikan BPJAMSOSTEK siap membayar berapa pun besarnya karena rasio kecukupan dana sangat memadai. “Meskipun terjadi rush, tetap akan dibayarkan,” ungkap Eko.

Untuk JHT yang sudah dibayarkan di wilayah Banten periode Januari-April 2020, Eko menyebutkan Rp882 miliar dengan 58.137 kasus. “Itu masih kategori normal, belum masuk yang terkena dampak Covid,” ungkap Eko.

Mengenai jumlah bantuan yang disalurkan untuk membantu penanganan Covid-19 yang bertemkat di Kantor Cabang Serang, Senin (18/5), sebanyak 6.000 masker, 1.460 multivitamin, dan 98 set alat pelindung diri (APD). APD diberikan kepada RS Krakatau Medika, RS Sari Asih, dan RS Hermina. Rumah sakit tersebut termasuk pusat layanan kecelakaan kerja (PLKK) yang sering dikunjungi para pekerja peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Sedangkan untuk masker dan multivitamin diberikan kepada sejumlah perusahaan.

“Perusahaan yang mendapatkan bantuan yaitu perusahaan yang tertib administrasi dan iurannya. Juga kepada perusahaan yang zero accident dan perusahaan yang risiko kecelakaan kerjanya tinggi,” ungkap Eko.

Pada kesempatan itu Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Serang Didin Haryono menyatakan sudah siap melayani para pekerja yang akan mengambil JHT dan sudah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan.

“Kami sudah mendapatkan laporan lebih dari 5.000 pekerja yang akan mengambil JHT. Kami koordinasikan dengan perusahaan supaya prosesnya dilakukan secara kolektif,” ungkap Didin. (aas)