Dampak Pembangunan JLU Cilegon, Warga Khawatir Banjir dan Jadi Tempat Hiburan

0
814 views
Pembahasan pembangunan Jalan Lingkar Utara Cilegon.

CILEGON – Pembangunan sejumlah infastruktur umum masih menjadi fokus utama Pemerintah Kota Cilegon hingga dua tahun ke depan. Salah satunya pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) sepanjang 12,3 km.

Pembangunan JLU dimulai dari pertigaan jalan Serdang-Bojonegara-Merak dengan Pegantungan-Sindangkasih dan berakhir di pertigaan jalan akses tol Merak dengan Jalan Raya Merak-Cilegon

Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengatakan, pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap. Bukan hanya JLU, juga jalan di setiap kecamatan. “Pembangunan infrastruktur di 2018 yang paling besar karena ada pembangunan Jalan Lingkar Utara,” katanya, Jumat (23/12).

Sekretaris DPU Kota Cilegon Muhammad Ridwan mengaku saat ini pembangunan JLU memasuki tahap kajian Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) yang terakhir. “Ada banyak masukan dari masyarakat, kelurahan, dan kecamatan untuk melengkapi kajian amdal,” ujarnya.

Ridwan menegaskan, perlu upaya memaksimal dampak positif dari pembangunan JLU dan meminimalkan dampak negatif yang akan bersentuhan langsung kepada masyarakat. Persoalan banjir merupakan dampak yang banyak diungkapkan masyarakat dari pengkajian amdal.
“Kehawatiran masyarakat dari dampak pembangunan JLU itu banjir. Jadi kita akan menanggulanginya dengan pembangunan gorong-gorong dan memaksimalkan drainasenya. Nanti akan kita buat dulu DED (detail engineering design) nya,” ungkap Ridwan.

Kholis, warga Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, berharap pembangunan JLU tidak akan berdampak dengan merosotnya nilai-nilai kesantunan Cilegon yang disebut kota santri. “Jangan sampai setelah JLU jadi nanti nasibnya sama seperti JLS. Banyak tempat-tempat hiburan malam yang berdiri di sana,” ucapnya. (Riko)