Dampak Pembatasan Aktivitas Luar Rumah, Wanita Hamil Bertambah

0
2.224 views

SERANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang memperkirakan jumlah wanita hamil di Kota Serang bakal bertambah. Pembatasan aktivitas di luar rumah dan keterbatasan pelaksanaan program KB selama pandemi covid-19 ditengarai sebagai faktor penyebabnya.

Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KB-K3) pada DP3AKB Kota Serang, Ida Dahlia mengatakan, banyak pasangan usia subur (PUS) positif hamil ditengah wabah covid-19.

Perkiraan ini diperkuat dari data penggunaan alat kontrasepsi. Pada 2019, DP3AKB Kota Serang mencatat dari 199.000 PUS, 80 persen di antaranya aktif memasang alat kontrasepsi.

Sementara pada awal 2020, dari total 1.500 alat kontrasepsi yang ada, tercatat baru terpakai tak lebih dari 100 alat.

“Sebenarnya kalau data secara aktual kami belum bisa mendata. Tapi, diperkirakan wanita hamil khususnya PUS bertambah,” kata Ida Dahlia di sela-sela pembagian sembako pada tukang becak di Ciceri, Kota Serang, Sabtu (18/4).

Ida menduga pembatasan aktivitas masyarakat dan keterbatasan layanan KB menjadi penyebab utama. Kondisi ini terpantau melalui laporan di group WhatApp kader Posyando. “Kebanyakan di rumah (Pasangan Usia Subur). Jadinya, positif,” katanya.

Ida menjelaskan, di tengah pandemi covid-19, pihaknya melakukan sosialisasi kepada kader-kader posyandu agar meminta PUS menunda kehamilan, melalui program KB. “Jadi masyarakat tidak bisa menggunakan suntik KB, implan, pil, kondom, spiral dan melalui cara alami melalui senggama terputus,” terangnya.

Kepala DPK3AKB Kota Serang, Toyalis mengatakan, telah meminta petugas di lapangan melakukan koordinasi bersama dengan faskes, seperti bidan praktek, dan klinik swasta agar melayani pemasangan KB. “Kondisi ini memang ada sedikit khawatir (program KB terganggu-red), dengan berbagai keterbatasan masyarakat,” katanya.

Kata dia, tiap tahun pihaknya menyediakan 1.500 alat KB yang diberikan untuk masyarakat. Di tahun sebelumnya pembagian dilakukan secara bertahap berkeliling ke lingkungan masyarakat bersama kader-kader posyandu dan Puskesmas. “Kemarin (tahun ini-red) baru satu titik di Curug. Setelah itu, semua kegiatan mengumpulkan orang banyak dilarang,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Serang, Ade Jumaiah mengajak PUS untuk menyukseskan program KB yang digalakkan pemkot Serang. “Kebanyakan di rumah, jadi Istrinya yang positif. Kalau bisa jangan banyak anak dulu. Ikut program KB,” katanya.

BAGI SEMBAKO

DP3AKB bekerjasama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Serang membagikan sembako dan masker bagi ratusan tukang becak di wilayah Kota Serang, Sabtu (18/4).

Pembagian sembako ini dipimpin langsung Ketua GOW Kota Serang Ade Jumaiah. Istri Walikota Serang, Syafrudin itu mengatakan, pemberian sembako ini diproritaskan bagi masyarakat terdampak secara ekonomi selama pandemi Covid-19.

“Ini tidak banyak, alakadarnya. Tapi, kami bersama DP3AKB berusaha berbagi di tengah musim corona,” katanya. (fdr/nda)