Dampak Sistem Zonasi, SMPN Ini Kekurangan Siswa

Suhendi

CILEGON – Penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Cilegon berdampak pada belum terpenuhinya kuota di SMP 8 Kota Cilegon. Hingga kemarin, sekolah yang berada di Cikerai, Kecamatan Cibeber tersebut masih kekurangan siswa atau kurang memenuhi kuota.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Suhendi membenarkan hal tersebut.  Menurutnya, masih ada satu kelas di SMPN 8 Kota Cilegon yang belum terisi. Menurutnya, SMPN 8 terletak di perbatasan antara Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, tepatnya antara Kecamatan Cibeber dengan Kecamatan Mancak dan Kecamatan Waringinkurung. “Jaraknya jauh,” ujar Suhendi saat ditanya terkait penyebab tidak terpenuhinya kuota di sekolah tersebut, Kamis (4/7).

Dijelaskan Suhendi, pada masa PPDB yang lalu, Dindik Kota Cilegon memberikan dispensasi untuk sekolah yang berada di wilayah perbatasan berupa kuota 25 persen bagi calon siswa yang berasal dari luar zonasi. Namun nyatanya dispensasi itu tidak berjalan efektif. “Saya belum tahu apa penyebabnya, apakah di wilayah Mancak dan Waringinkurungnya sudah ada sekolah atau seperti apa,” tutur Suhendi.

Ia melanjutkan, untuk memenuhi kuota, sekolah tersebut masih bisa membuka penerimaan murid sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.  “Dari kementerian juga tidak mempermasalahkan bagi sekolah yang belum terpenuhi kuotanya masih terbuka diberi waktu secara umum, masa melarang yang mau sekolah,” paparnya.

Saat SMPN 8 Kota Cilegon mengalami kekurangan peserta didik baru, dampak dari zonasi sejumlah SMPN di perkotaan justru mengalami kelebihan kuota. Misalnya SMP 1 Kota Cilegon dan SMP 2 Kota Cilegon.

Menurut Suhendi, calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri, diakomodasi di sekolah-sekolah swasta. Untuk saat ini, siswa yang belum terakomodasi bisa menggunakan peluang yang ada di SMPN 8.

Sementara itu, Kepala SMPN 8 Kota Cilegon Agus Darmansyah menjelaskan, dari kuota 224 murid, pada masa PPDB, kuota terpenuhi baru sekira 183 siswa. “Artinya 41 kursi yang tersedia masih belum terisi siswa,” jelasnya.

Dengan diterapkannya sistem zonasi, Agus sudah memperkirakan kekurangan pendaftar akan terjadi. Hal itu mengacu pada potensi siswa yang berasal dari wilayah zonasi SMPN 8 Kota Cilegon jumlahnya hanya berkisar 180-an siswa. “Biasanya kan ada siswa dari wilayah perkotaan dan dari daerah-daerah seperti Mancak dan Waringinkurung,” ujar Agus.

Kata Agus, jumlah siswa yang telah diterima sudah termasuk dengan kuota 25 persen untuk calon murid dari daerah luar zonasi. Artinya, masih banyak calon siswa yang tidak berani mendaftar karena persoalan zonasi. “Mungkin kan khawatir tidak keterima atau seperti apa,” tuturnya. (Bayu M)