SERANG – Bencana tsunami Selat Sunda dampaknya cukup terasa bagi sektor pariwisata di sepanjang pantai Kabupaten Serang hingga Kabupaten Pandeglang. Tak tanggung-tanggung, kerugiannya mencapai hingga Rp1 triliun. Kerugian itu terdiri atas bangunan yang rusak dan pembatalan pemesanan kamar hotel selama libur Natal dan Tahun Baru.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, berdasarkan data yang diterima dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, estimasi kerugian fisik pariwisata di Kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, sebesar Rp180 miliar. Jika dihitung seluruh kerugian di Banten, diestimasikan sebesar Rp500 miliar.

    Jumlah tersebut baru berupa kerusakan bangunan hotel dan vila saja. Sementara, sepanjang libur Natal dan Tahun Baru banyak wisatawan yang membatalkan pemesanan kamar. “Menjelang Natal dan Tahun Baru itu biasanya semua kamar di hotel terisi penuh 100 persen. Hampir semua wisatawan membatalkan pesanan kamarnya, belum lagi pantai terbuka yang juga sepi,” ujar Arief saat rapat koordinasi
Kemenpar bersama Pemprov Banten dan Pemprov Lampung menggelar rapat koordinasi (rakor) di Marbella Hotel, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Jumat (11/1/2019).

    Rakor dihadiri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, unsur TNI-Polri, dan pejabat lainnya. Rakor membahas soal pemulihan sektor pariwisata dengan tagline #SelatSundaBangkit.

Pada rakor, Arief menerima data kerugian pariwisata dari Pemkab Serang dan Pemkab Pandeglang. Di Kabupaten Serang, total kerugian yang disebabkan oleh kerusakan hotel dan vila serta amenitas lainnya mencapai Rp10,663 miliar. Kemudian, kerugian akibat pembatalan pesanan kamar hotel sebesar Rp15,152 miliar.

“Sebagai gambaran, jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Serang periode 24 Desember 2017 sampai 1 Januari 2018 mencapai 123.455 orang,” terangnya.

Sementara di Kabupaten Pandeglang, Arief mengaku belum menerima laporan secara keseluruhan dari Pemkab Pandeglang. Namun, di Kawasan Tanjung Lesung kerugian fisik mencapai Rp150 miliar. ADapun kerugian akibat pembatalan pemesanan kamar hotel sebesar Rp2,5 miliar.

“Kunjungan wisatawan di Tanjung Lesung periode 24 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018 sebanyak 158.720 orang. Kalau ditotal seluruh kerugiannya, ya Rp1 triliun,” jelasnya. (Abdul Rojak)