Dana Tak Terduga Bisa Digunakan Untuk Darurat Bencana

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk dana tak terduga yang bisa digunakan untuk darurat bencana. Di antaranya seperti musibah angin puting beliung yang terjadi pada 2019 lalu, dan musibah banjir di awal tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang Muhammad Hidayat. Ia mengatakan, anggaran tersebut disiapkan Pemkab Tangerang setiap tahunnya. “Memang kami siapkan, ada dana standby atau tak terduga yang dianggarkan sebesar Rp10 miliar setiap tahun. Dan itu bisa digunakan untuk hal-hal tak terduga yang terjadi di luar perencanaan organisasi perangkat daerah (OPD) ataupun kejadian luar biasa seperti bencana alam dan lainnya,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/1).

Dia menjelaskan, anggaran tak terduga tersebut berbeda dengan anggaran bantuan yang dikhususkan untuk bencana. Karena untuk bantuan bencana, sudah dianggarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.

Bahkan pada tahun 2019 lalu, tambah Hidayat, anggaran tak terduga tersebut hanya terserap sekitar Rp4 miliar yang digunakan untuk membantu korban bencana angin puting beliung di sejumlah wilayah. Misalnya yang terjadi di Kecamatan Jambe, Mauk, Mekar Baru dan wilayah lainnya. “Tahun lalu dari Rp10 miliar cuma terserap Rp4 miliar saja,” tambahnya.

Sementara itu menghadapi musibah bencana banjir di awal tahun ini, Hidayat memastikan pihaknya sudah mengadakan rapat pembahasan bersama Sekretaris Daerah (Sekda), BPBD, dan pihak lain yang terkait untuk merencanakan hal apa yang harus dilakukan untuk penanganan korban banjir dan hal lainnya. Disinggung jumlah nilai bantuan yang akan diberikan, BPKAD Kabupaten Tangerang belum mengetahui pasti jumlah nilai yang diputuskan. (mg-04/adm)