Dana yang Terkumpul untuk Perbaikan JLS Masih Minim

Pemkot Cilegon Kembali Panggil Industri

Kendaraan melintasi jembatan JLS di Lingkungan Jerenong, Kelurahan Lebak Denok, Citangkil, Rabu (20/6). Pemkot menunggu langkah konkret industri yang akan membantu perbaikan JLS.

CILEGON – Pemkot Cilegon bakal memanggil industri untuk membahas kelanjutan perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS). Pemanggilan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan industri melanjutkan perbaikan jalan yang menghubungkan wilayah Cilegon timur dengan Ciwandan tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah daerah dan industri, proses betonisasi jalan yang ambrol akibat banjir beberapa bulan lalu itu dilakukan oleh industri khususnya yang ada di sepanjang JLS dan Ciwandan.

Dalam kesepakatan, proses betonisasi akan dilakukan pascalibur Idul Fitri setelah proses perbaikan tahap awal oleh Pemkot Cilegon sudah selesai. “Kita akan merapatkan dengan industri, dikebutlah (pembangunannya),” ujar Edi di ruang kerjanya, Kamis (21/6).

Dijelaskan Edi, informasi sementara perwakilan industri mengaku sudah siap. Namun, Edi belum bisa memastikan kapan perbaikan itu akan dimulai. Karena itu, dalam pertemuan yang akan dilakukan nanti bersama industri ia akan meminta kepastian industri terkait waktu perbaikan jalur tersebut.

Menurut Edi, JLS memiliki peranan sangat penting. Hal itu terlihat dari beberapa bulan putusnya jalur tersebut. Industri mengalami kerugian cukup besar, masyarakat pun mengalami kesulitan akibat harus menggunakan rute yang lebih jauh saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, pada saat arus mudik dan wisata pun jalur itu sangat berperan sehingga penumpukan kendaraan tidak hanya terjadi di jalur dalam kota dan akses dari pintu Tol Cilegon Barat hingga kawasan industri di Ciwandan. “Kendaraan bisa lebih terurai,” paparnya.

Edi berharap, perbaikan jalan itu bisa segera dimulai dan rampung. Namun, Edi tetap menekankan kualitas jalan harus baik dan memenuhi standar sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, koordinator industri Malim Hander Joni saat dikonfirmasi menjelaskan, proses perbaikan jalan menunggu daftar material yang dibutuhkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon. “Kalau spesifikasi kita sudah tahu,” ujar Joni.

Menurut Joni, setelah itu, industri dengan tenaga ahli dari PT Krakatau Steel akan melihat kondisi jalan setelah dilalui oleh arus mudik dan arus wisata. Selain itu, pemeriksaan pun akan dilakukan di bagian kiri kanan jalan. “Spec (spesifikasi) secara teknis kan harus dilihat dulu,” ujarnya.

Sejauh ini, Joni mengaku belum bisa menyebutkan kapan perbaikan jalan itu akan dimulai karena sejumlah tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu. Selain menunggu daftar material dan mencari tahu spesifikasi secara teknis, industri pun perlu melakukan pembahasan dengan Dinas PUTR terlebih dahulu.

Disinggung terkait dana, hingga akhir Ramadan, dana yang sudah terkumpul dari industri memang masih minim. Dari target Rp2,5 miliar baru terkumpul sekitar Rp650 juta. Joni berkilah, minimnya angka tersebut karena banyak industri yang akan menyumbang material. “Material untuk beton jalan sudah ada yang siap menyumbang. Yang paling banyak sebetulnya kebutuhan turap kiri kanan,” katanya.

Terkait teknis perbaikan, menurut Joni industri akan melakukan pembahasan terlebih dahulu dengan Dinas PUTR, yang jelas menurutnya, proses perbaikan tidak akan main-main. “Kita pun tidak mau kejadian sama terulang,” tutur Joni. (Bayu M/RBG)