Dandim dan Kapolres Dukung LKRA 2020

Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi (kiri), Pemred Radar Banten Delfion Saputra (tengah) saat membahas LKRA 2020 bersama Komandan Kodim 0602 Serang Kolonel Infanteri Mudjiharto (kanan) di Makodim 0602 Serang, Kamis (23/1).

SERANG – Komandan Kodim 0602 Serang Kolonel Infanteri Mudjiharto dan Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edhi Cahyono mendukung program Lomba Kampung Resik lan Aman (LKRA) 2020 untuk tingkat Kota Serang dan Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) untuk tingkat Kabupaten Serang. Program tersebut, menurut Mudjiharto dan Edhi, sangat positif dalam mewujudkan kampung yang bersih sekaligus aman.

“Saya sangat menyambut baik program tersebut. Program Kampung Resik dan Aman yang diselenggarakan Pemkot Serang didukung Polda Banten dan beberapa stakeholder sangat positif merangsang masyarakat untuk menjadikan kampungnya menjadi aman dan bersih. Kami akan support,” kata Edhi, Kamis (23/1).

Alumnus Akpol 2000 itu menilai konsep LKRA 2020 sudah sangat baik. Dirinya akan mendukung penuh terlaksananya kegiatan tersebut, termasuk dengan mengerahkan personel untuk membantu sosialisasi ke masyarakat dan tergabung ke dalam tim juri LKRA 2020.

“Konsepnya sudah sangat bagus, kita juga diminta untuk jadi juri lomba. Nanti kita siapkan,” kata pria asal Boyolali, Jawa Tengah itu.

Hal yang hampir senada juga diungkapkan oleh Dandim 0602 Serang Kolonel Infanteri Mudjiharto. Program tersebut sangat baik diterapkan. Masyarakat, kata dia, harus mempunyai kesadaran tentang kecintaan terhadap lingkungan dan peran serta menjaga keamanan.

“Program ini tentu sangat baik diterapkan,” ujar mantan staf khusus Danpussenif Kodiklat TNI AD itu.

Kodim 0602 Serang dan jajaran siap bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, dan Radar Banten demi terlaksananya program tersebut dengan baik dan lancar.

“Kita siap bersinergi dengan Pemda termasuk dengan Polri. Karena, kesadaran masyarakat ini perlu dibangun demi terciptanya kampung bersih dan aman,” kata Mudjiharto.    

Ke depan, mantan Dandim 1303 Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara itu berharap, program LKRA 2020 dikembangkan lagi dengan menyasar pelajar. Menurut dia kesadaran tentang kebersihan dan keamanan harus dibangun sejak dini. “Ke depan saya berharap ini bisa menyesar pelajar dari SD sampai SMA. Karena, dari sana kita mulai bangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya kebersihan,” ucap Mudjiharto.

Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi mengatakan, LKRA 2020 sudah mulai disosialisasikan. Pada tahun ini ada sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya. Terlebih saat ini LKRA 2020 melibatkan Kota Serang. “Kalau Kota Serang ini pesertanya RT. Di Kota Serang ada 402 RT. Sosialisasi saat ini sudah ada biar mereka (peserta-red) punya waktu yang cukup,” kata Mashudi saat berdialog dengan Dandim 0602 Serang Kolonel Infanteri Mudjiharto di Makodim 0602 Serang.

Agar program tersebut dimengerti oleh semua peserta, sosialisasi penuh akan dilaksanakan di kantor kecamatan dan Koramil. Personel kepolisian, TNI, dan peserta lomba akan diundang dalam kegiatan sosialisasi tersebut. “Nanti personel bhabinsa bisa ikut dalam sosialiasi itu,” ucap Mashudi.

Sosialisasi LKRA Kota Serang dan LKBA Kabupaten Serang, lanjut Mashudi, pelaksanaan dan waktunya berbeda. Kota Serang lebih dahulu dilaksanakan baru setelah itu menyusul Kabupaten Serang.

“Kota Serang selesai Agustus (2020-red), kalau Kabupaten Serang selesai Desember (2020-red), untuk masa programnya bulan Juni,” kata Mashudi.

Untuk lomba tingkat RT, di Kota Serang ada 40 juri yang akan diturunkan. Juri tersebut berasal dari PKK, karang taruna, dan instansi terkait. Sementara untuk Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) di Kabupaten Serang, jumlah juri mencapai 120.

“Juri nanti juga ada dari perwira TNI, kalau dari pemda dari eselon tiga,” kata Mashudi.

Di tahun ini terdapat perbedaan pada penjurian. Panitia akan memberlakukan penjurian tertutup dan terbuka. Hal tersebut dilakukan agar penilaian objektif.

“Karena kita khawatir ada faktor kedekatan itu sehingga tidak objektif. Nanti kalau ada nilai yang jomplang, nanti akan diverifikasi oleh tim juri tertutup ini. Juri tertutup inilah yang turun meminimalisir itu (kecurangan-red). Nanti tidak ada yang bisa main mata lagi,” ucap Mashudi.

LKBA, lanjut Mashudi, merupakan ajang yang bergengsi. Sebab, camatnya enggan menerima bendera hitam karena mendapat kategori paling buruk dalam lomba seperti tahun sebelumnya.

“Akhirnya perlombaan ini menjadi bergengsi karena camatnya enggak mau terima bendera hitam,” kata Mashudi.

Pada LKBA tahun ini hadiah yang akan dibagikan kepada peserta lebih banyak lagi dibandingkan tahun sebelumnya. Banyaknya hadiah yang akan diberikan diharapkan menjadi perangsang bagi peserta dalam berpartisipasi.

“Kita perbanyak lagi hadiahnya, walaupun enggak dapat Rp60 juta, ada hadiah Rp15 juta, Rp10 juta, dan Rp5 juta,” tutur Mashudi. (mg05/air/ira)