Ilustrasi.

SYAWAL alias Daya (50) tewas mengenaskan. Guru sekolah dasar (SD) meregang nyawa setelah dibantai dua orang pemuda SB (18) dan HD (18). Jenazahnya yang banyak terdapat luka akibat senjata tajam, dibiarkan bersimbah darah di jurang, tepi Jalan H Koyem, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalteng.

Daya ditemukan warga yang melintas di jalur tersebut beberapa hari lalu. Di sekitar lokasi itu juga ditemukan ponsel, sendal, peci, dan kaos.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke aparat yang langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Muara Teweh untuk divisum.

Penyelidikan Sat Reskrim Polres Batara berlangsung cepat. Dua pelaku pembunuhan berhasil teridentifikasi. Kedua pemuda itu diamankan hanya dalam kurun waktu kurang lebih lima jam.

Aparat meringkus SB di jalan arah Muara Teweh-Banjarmasin km 48, sedangkan HD dibekuk di wilayah Desa Sikui. Dia diduga ingin melarikan diri.

”Pelaku berjumlah dua orang dan sekarang berhasil diamankan. Sekarang masih proses lebih lanjut. Tunggu hasil pemeriksaan nanti,” kata Kasat Reskrim Polres Batara AKP Benito Harleadra dikutip dari prokal.co (Jawa Pos Group), Selasa (2/5).

Belum diketahui motif pelaku hingga nekat menghabisi Daya. Namun, informasinya, sebelum jasad korban ditemukan, Daya yang memiliki satu orang anak ini sempat cekcok dengan HD di sebuah acara dangdut di Kelurahan Jambu sebelum pulang ke Muara Teweh. Korban dan HD kabarnya sering terlihat bersama-sama. Kemarin, jasad korban dimakamkan di Desa Baturaya Kecamatan Gunung Timang. (viv/vin/fab/JPG)