Danrem 064/Maulana Yusuf Soroti Sampah

0
1.008 views
Danrem 064/MY Serang Kolonel Infanteri Windiyatno menyampaikan kepeduliannya soal kebersihan lingkungan di kampung-kampung di Kabupaten Serang dan Kota Serang kepada Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi, Kamis (6/2).

SERANG – Komandan Korem 064/Maulana Yusuf (MY) Kolonel Infanteri Windiyatno mendukung dan men-support Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020 serta Lomba Kampung Resik dan Aman (LKRA) Kota Serang 2020. Alasannya, lomba ini dapat mengubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih.

Karenanya, Danrem 064/MY ke-29 itu meminta semua pihak untuk peduli tentang pengendalian dan pengelolaan sampah. Sampah, kata Windiyatno, menjadi penyebab lingkungan kumuh dan banjir.

Ia mengemukakannya saat menerima Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi beserta Dewan Redaksi Radar Banten M Widodo di ruang kerjanya, Makorem 064/MY, Kota Serang, Kamis (6/2). Kedatangan pimpinan dan Dewan Redaksi Radar Banten itu terkait kegiatan LKBA Kabupaten Serang dan LKRA Kota Serang tahun 2020, yang prosesnya sudah dimulai dengan sosialisasi dan workshop.

“Saya akan mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat jangan membuang sampah sembarangan supaya tidak menimbulkan banjir,” kata pria energik asli Pemalang, Jawa Tengah itu.

Windiyatno pun mencontohkan juara-juara LKBA Kabupaten Serang 2019 bahwa lingkungan sekitarnya menjadi bebas banjir. “Sebab, sampahnya dikelola dengan baik dan tidak dibuang sembarangan,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan indah, kata Danrem, perlu partisipasi aktif masyarakat. “Mereka (masyarakat-red) yang menikmati, mereka yang harus berbuat. Mereka harus bergotong royong menciptakan lingkungan bersih,” pesannya.

Sementara, Mashudi mengatakan, saat ini, LKBA Kabupaten Serang 2020 sudah memulai tahap sosialisasi di 15 titik. Berbeda dengan tahapan LKBA tahun lalu, sosialisasi hanya di satu titik.

“Sosialisasi tahun 2020 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kita turun ke 15 titik. Satu titik dua kecamatan. Pesertanya sekitar 150 orang, kades dan ketua RW. Biar efektif,” jelas Mashudi.

Selain itu, untuk Roadshow LKBA 2020 juga akan berbeda dengan LKBA 2019. Tahun ini, Bupati Ratu Tatu Chasanah akan membawa aparaturnya di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) saat roadshow, terutama yang terkait dengan pelayanan publik.

Soal hadiah, kata Mashudi, nominal LKBA 2020 jauh lebih besar. “Kalau tahun 2019 hadiahnya Rp900 juta, tahun ini hadiahnya Rp1,1 miliar lebih,” pungkasnya. (Wid/don/ira)