Danrem 064/MY Banten saat kunjungan ke Cilegon, belum lama ini.

CILEGON – Danrem 064/MY Banten Kolonel Inf Wirana Prasetya Budi mengaku miris dengan perilaku masyarakat yang lebih mengenal Kodim dibandingkan dengan sebutan TNI Angkatan Darat. Kondisi ini diketahui Danrem saat kunjungan ke Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, belum lama ini.

“Kami datang ke wilayah Sayar. Lalu kami tanyakan ke warga, yang mana tanah TNI. Nah, warga itu menjawab, tidak ada. Adanya tanah Kodim. Saya bingung dengan keadaan itu. Ternyata masih ada warga yang tidak tahu kalau Kodim adalah TNI,” ujarnya saat memberikan sambutan pada launching sebuah restoran Jepang di Kota Cilegon, Selasa (23/2/2016).

Kebiasaan masyarakat lebih faimiliar menyebut Kodim dibandingkan TNI, menurut Danrem, dikhawatirkan akan berdampak pada kurang sadarnya warga pada keberadaan TNI di tengah masyarakat. “Untuk persoalan ini, kami akan berusaha keras, secara terus menerus bagaimana agar masyarakat bisa mengerti keberadaan TNI Angkatan Darat,” katanya.

Menyikapi hal itu, Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Aji Mimbarno mengatakan, itu hanya persoalan pemahaman bahasa di kalangan masyarakat. “Ini hanya isitlah biasa saja, terminologi. Tapi orang tau, Kodim itu ya tentara. Yah masyarakat kita memang seperti itu kan,” ujarnya.

Di kalangan masyarakat dengan latar pendidikan yang rendah, kata dia, isitilah sebuah kelompok atau organisasi terkadang belum dapat dipahami. “Orang tahunya Kodim. Karena nama Kodim itu yang sering disebut. Bahkan masyarakat kita juga banyak yang tidak tahu perbedaan antara Kodim dan Koramil,” katanya. (Devi Krisna)