Dapat Ancaman Bom, Dua Kereta Api Dihentikan

0
742 views
Petugas sedang melakukan penjagaan ketat usai melakukan penyisiran di berbagai titik terkait adanya ancaman bom dari seseorang tak dikenal melalui SMS kepada kondektur kereta api, di Stasiun Cilegon, Jumat (1/6). DOK: WARGA FOR RADAR BANTEN

CILEGON – Sebanyak dua kereta api jurusan Merak-Rangkasbitung KA469 dan Rangkasbitung-Merak KA470 terpaksa dihentikan karena mendapat ancaman bom dari orang tak dikenal. Salah seorang kondektur kereta api KA469 menerima pesan singkat dari orang yang tidak dikenal sekira pukul 16.30 WIB pada Jumat (1/6). Isinya bahwa kereta akan diledakkan oleh bom yang sudah terpasang di dalam kereta.

Mendapat informasi itu, kondektur langsung menghubungi stasiun terdekat dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Kepolisian Polres Cilegon. Tim Gegana Brimob Polda Banten langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyisiran di dalam dua kereta api yang mendapatkan ancaman tersebut.

Kepala Stasiun Kereta Api Cilegon Muhammad Azis mengatakan, ancaman bom didapat sekiranya pukul 16.30 WIB oleh salah satu kondektur kereta KA 469 Rosidi, kereta arah Merak-Rangkasbitung. Pihaknya langsung meneruskan informasi tersebut kepada Polres Cilegon untuk melakukan penyisiran dan pemeriksaan. Namun karena ada dua kereta yang beroperasi, yaitu KA 469 arah Merak-Rangkasbitung dan KA 470 arah Rangkasbitung-Merak dihentikan untuk melakukan penyisiran di dalam kereta. “Kami dapat laporan dari kondektur KA 469, lalu menghubungi Polres Cilegon. Pihak keamanan langsung melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan ancaman bom tersebut. Seluruh gerbong disusuri untuk memeriksa barang mencurigakan,” katanya.

Azis juga menjelaskan, ancaman teror bom berupa pesan singkat itu tidak merinci kereta mana yang akan diledakkan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, oleh karena itu dua kereta api dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan. “Bunyi ancamannya mereka (pengirim SMS-red) hanya berupa akan meledakkan kereta. Namun kereta mana tidak dirinci. Untuk itu, kami meminta dihentikan kedua kereta guna diperiksa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cilegon Kompol Suradi menjelaskan, Setelah menerima laporan dari kepala stasiun langsung berkomunikasi dengan pihak berwenang lainnya. Seperti Brimob untuk menyiapkan pasukan penjinak bom. Dua KA disisir dan diperiksa untuk memastikan tidak ada bom. Satu di antaranya, yaitu KA 470 arah Rangkasbitung-Merak dinyatakan aman. Sementara satu lagi masih dilakukan penyusuran.

“Kami langsung menggerakkan personel untuk melakukan pengamanan terlebih dahulu. Lalu kami berkoordinasi dengan pimpinan serta Brimob untuk melakukan tindak lanjut berupa penyisiran. Satu sudah aman dan satu kereta lainnya masih diperiksa,” jelasnya semalam. Hingga tadi malam, upaya penyisiran untuk kereta lainnya terus diupayakan dan belum tuntas. (Adi/RBG)