Dapat Izin Ditjen Perkeretaapian, Pembangunan Jalan Frontage Dilanjutkan

0
314 views

SERANG – Pembangunan jalan Frontage yang menyambungkan Kaligandu-Unyur akhirnya bisa dilanjutkan kembali. Kepastian dilanjutkannya pembangunan jalan alternatif ini setelah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian memberikan izin sementara kepada Pemkot Serang.

Izin sementara tersebut berlaku dua tahun sebelum Pemkot diminta untuk membangun flyover pada jalan sebidang perlintasan kereta api di jalan tersebut. “Kalau mengacu pada undang-undang, kita tidak boleh membuka perlintasan sebidang. Tetapi yang akan kita buka perizinan untuk perlintasan sementara nantinya akan berlaku selama 2 tahun,” kata Kasubdit Rekayasa dan Keselamatan pada Dirjen Keselamatan dan Perkeretaapian Prayudi usai berkoordinasi dengan Walikota Serang di Puspemkot Serang, Rabu (9/10).

Setelah melakukan koordinasi, pihaknya bersama Walikota Serang didampingi Kepala Dishub Kota Serang Maman Lutfi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) M Ridwan langsung meninjau lokasi.

Pembangunan frontage semestinya sudah selesai pada 2018 semasa kepemimpinan Walikota Tb Haerul Jaman. Namun, karena terkendala izin dari Dirjen Perkeretaapian membuat pembangunan tersebut terhambat hingga sekarang.

Prayudi mengatakan, izin perlintasan sementara ini agar Pemkot melanjutkan jalan tersebut dan menggunakannya. Selanjutnya, dalam dua tahun Pemkot sudah harus membuat flyover atau underpass pada perlintasan tersebut. “Perlintasan sementara bisa diizinkan asal ada perencanaan dan komitmen bahwa pemerintah daerah akan membuat perlintasan tidak sebidangnya seperti underpass atau flyover,” ujarnya.

Tapi nanti, kata Prayudi, pihaknya akan menutup dulu perlintasan liar. Ini agar ada penataan terlebih dahulu dari Pemkot dalam menjamin masyarakat yang melintas. “Tidak boleh ada kendaraan yang lewat jalan liar lagi kecuali lewat perlintasan sementara yang diberikan izin sementara oleh kami,” tegasnya.

Walikota Serang Syafrudin membenarkan hal tersebut. Kata dia, Pemkot sudah membangun frontage sejak 2018 namun terkendala izin pada tanah sebidang yang melintasi rel kereta api. “Alhamdulillah ini sudah ada izin sehingga kami bisa melanjutkan pembangunannya,” ujarnya.

Ia mengaku akan segera menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan pihak Dirjen Perkeretaapian. Menurutnya, sesuai dengan hasil koordinasi paling lambat seminggu ini izin sudah bisa keluar. “Pada prinsipnya kami sudah siap,” katanya. (Ken Supriyono)