Warga binaan Lapas Cilegon yang dapat remisi bebas.

CILEGON – Adi (21), warga Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (17/8) ini sangat bersyukur karena bisa menghirup udara bebas di luar Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon. Adi dan 13 orang warga binaan di lapas tersebut bebas karena mendapat remisi umum (RU) II pada peringatan HUT RI tahun ini.

Dari 525 warga binaan di lapas ini, hanya ada 14 orang yang mendapat remisi umum (RU) II dan 241 orang mendapat RU I. Sedang sisanya belum mendapatkan remisi karena tidak memenuhi kriteria persaratan.

Adi berstatus mantan narapidana karena sebelumnya terganjal kasus penggelapan barang di Pelabuhan Cigading, Kota Cilegon. “Saya sangat menyesal, kapok dan tidak akan mau lagi bisa masuk ke sini,” katanya saat mengambil surat pembebasan.

Namun kata Adi, banyak makna dan ilmu yang ia peroleh saat menjadi warga binaan. Salah satunya yang berkesan adalah bisa mengaji Quran. “Dulu saya tidak baca Alquran, tapi pas di sini saya jadi bisa karena ada yang mengajari. Haji Bahri yang biasa mengajarin ngaji,” ujarnya.

Di dalam lapas, sehari-harinya ia mendapatkan tugas untuk memasak kebutuhan ratusan narapidana lainnya. “Di sini bangun subuh, masak nasi, singkong, daging,” katanya.

Kepala Lapas Kelas III Cilegon Andi M Syarif mengatakan kepada warga binaan, bukan hanya tentang dunia yang diberikan binaan, tapi juga untuk urusan akhirat. “Untuk pembinaan urusan dunia salah satunya kita ajarkan cara membuat telor asin. Jika memang pintar banyak peluang bisnis yang bisa menghasilkan buat mereka.
Dan untuk akhirat di sini juga ada lomba mengaji, dan ceramah. Salah satunya untuk menciptakan ustad-ustad dari dalam,” katanya. (Riko)