Dapat Uang Sepuluh Juta Masih Saja Mendua

Ungkapan ‘diam-diam menghanyutkan’, sepertinya cocok untuk disematkan pada sosok suami seperti Didi (40), nama samaran. Banyak dibantu keluarga istri, sebut saja Cici (38), Didi malah mengecewakan dengan punya WIL (wanita idaman lain) alias wanita simpanan. Rumah tangga pun berakhir perceraian.

Cici tak menyangka, kebaikan keluarganya selama ini dibalas dengan hal menyakitkan. Peristiwa yang terjadi delapan tahun lalu itu masih membekas di benak ibu dua anak itu.

“Pokoknya mah seperti air susu dibalas air tuba gitulah ceritanya,” kata Cici yang ditemui Radar Banten di Kecamatan Lebakwangi itu.

Diceritakan Cici, perjumpaan dengan Didi dimulai sejak masih duduk di bangku SMA. Berawal dari comblang-comblangan biasa, mungkin karena terbawa perasaan, mereka pun jadian. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Karena sering diajak main ke rumah masing-masing, kedua keluarga pun merestui hubungan mereka.

Maklumlah, selain tampan, Didi juga termasuk lelaki yang bersikap lembut dan penyabar. Kalau ada masalah apa pun, dia bisa bersikap tenang. Tidak marah-marah, termasuk ketika Cici sedang ngambek.

“Orangnya tuh sabar banget, bikin saya nyaman,” akunya.

Cici tak kalah rupawan. Berwajah cantik dan kulit putih, Cici juga berasal dari keluarga berada. Bapaknya punya banyak sawah. Rumahnya besar, mobilnya pun ada empat terparkir di halaman rumah.

Alhamdulillah, tapi sekarang mah sawahnya lagi puso, kekeringan,” keluhnya.

Singkat cerita, setelah Cici lulus SMA dan Didi waktu itu sudah bekerja sebagai karyawan pabrik, mereka sepakat menuju hubungan lebih serius. Pernikahan keduanya digelar meriah, orang-orang kampung ikut merayakan sambil menikmati merdunya suara penyanyi dangdut.

Di awal pernikahan, keduanya sempat tinggal di rumah keluarga mempelai wanita. Namun setelah punya anak, Cici ingin hidup mandiri, tinggal terpisah dari keluarga.

“Kita ngontrak di Kecamatan Kragilan, supaya dekat sama tempat kerja Kang Didi,” katanya.

Tanpa sepengetahuan Cici, suaminya ternyata sering berangkat bareng ke tempat kerja dengan tetangga kontrakan. Katanya sih statusnya masih gadis, kerjanya di satu pabrik bersama Didi. Tetapi, kedekatan mereka bukan hanya sebatas teman, tapi juga pacaran.

Selama dua tahun rumah tangga, tidak ada yang aneh dari sikap dan kelakuan Didi di rumah. Sampai suatu hari, Didi habis kontrak kerja, mereka mulai kesulitan ekonomi. Tapi, untung keluarga Cici membantu dengan memberi modal untuk buka usaha. “Bapak ngasih sepuluh juta rupiah  waktu itu,” akunya.

Namun, bukannya mulai membuka usaha, Didi malah bingung dan tidak tahu mau memulai usaha apa. Sampai akhirnya, uang itu habis untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Padahal, sebagian besar uangnya dipegang Didi. Meski Cici sempat marah karena uangnya habis, tetapi tidak sampai membuat keributan besar.

“Enggak tahu itu duit habisnya buat apa, saya sih ngikut suami saja,” katanya.

Hingga suatu hari, ketika Cici membeli popok bayi di warung depan gang rumahnya, ia diberitahu nenek pemilik warung kalau suaminya sering pergi bareng wanita tetangga kontrakan. Cici pun mengamuk. Saat ia datangi, kontrakan wanita simpanan suaminya sudah kosong sejak sebulan sebelumnya.

“Saya langsung pulang, ternyata duitnya habis buat jajanin cewek lain,” keluhnya.

Seminggu kemudian Cici meminta diceraikan. Meski awalnya Didi sempat menolak, tetapi karena terus dipaksa keluarga Cici, akhirnya Didi tak berkutik. Penyesalan tinggal penyesalan, rumah tangga tak bisa dipertahankan.     

“Sekarang sih saya sudah punya suami lagi, insya Allah langgeng,” kata Cici. Amin. (mg06/zee/ira)