Kisah rumah tangga Mini (39) nama samaran, bisa dibilang sangat mengenaskan. Lantaran sikapnya yang emosian karena sang suami, sebut saja Yongki (43) tak bisa memberi nafkah sesuai keinginan, Mini membuat Yongki tersiksa. Parahnya, setelah Yongki dapat warisan sawah dari orangtua, sang suami seolah balas dendam pada Mini dengan menikah lagi. Astaga.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Tanara, Mini tampak duduk bersantai di balai beranda rumah bersama ibu-ibu lain. Dengan kaus abu-abu dan berkain batik, Mini tampak cantik dan menggoda dipandang mata. Meski awalnya sempat malu-malu, akhirnya Mini pun menceritakan kisah masa lalunya.

Mini bercerita, kisah cintanya bersama Yongki bermula saat mereka masih berusia remaja. Saat itu Yongki sempat menjadi murid ayah Mini yang berprofesi sebagai guru SMA di sekolah swasta. Setelah lulus, Yongki sempat melanjutkan kuliah ke Jakarta namun tak selesai karena masalah biaya. Saat pulang ke kampung halaman, Yongki yang berniat silaturahmi kepada guru, malah kepincut Mini yang hari itu membawakan minum untuknya. Ciyee.

“Ya dia waktu itu ngajak kenalan. Karena sudah kenal sama bapak, ya saya sih asyik-asyik saja,” kata Mini.

Setelah bertukar nomor telepon, mereka pun intens menjalin hubungan pertemanan. Sebulan proses pendekatan, Yongki sudah berani mengajak jalan. Lantaran takut ketahuan sang ayah, Mini dan Yongki sempat sembunyi-sembunyi ketika hendak pergi berdua. “Ya takut bapak tahu. Akhirnya saya izinnya mau silaturahmi ke temen, padahal mau jalan sama Kang Yongki,” katanya.

Hingga suatu hari, lantaran kedekatan keduanya yang semakin lengket, Yongki pun menyatakan rasa. Mini yang memang sudah pasrah pun akhirnya menerima cinta Yongki. Maklumlah, Yongki memang tampan dan berpenampilan modis ala-ala remaja kota. “Ya dia memang gayanya kayak anak kota. Padahal di Jakarta juga cuma setahun doang,” curhatnya.

Enam bulan menjalani masa pacaran, akhirnya hubungan mereka pun ketahuan ayah Mini saat mendapati sang anak memajang foto Yongki di kamar. Saat itu, Yongki langsung dipanggil untuk menghadap ayah Mini. Hebatnya, hubungan mereka pun direstui. Ciyee. “Ya alhamdulillah, Kang. Waktu itu bapak cuma nasihatin kalau pacaran jangan sampai ngelakuin hal yang bikin malu keluarga,”ungkapnya.

Hebatnya, sebulan kemudian, Yongki langsung melamar sang kekasih. Lantaran keduanya sudah ngebet ingin menikah, kedua orangtua pun sepakat mempercepat tanggal pernikahan. Padahal, saat itu Yongki belum punya pekerjaan. Dengan modal seadananya, mereka pun bersiap menuju hari bahagia.

Singkat cerita, mereka pun dinikahkan. Mengikat janji sehidup semati, Yongki dan Mini resmi menjadi sepasang suami istri. Meski awalnya tak ada rasa, tetap saja, kalau sudah sah, tidak butuh waktu lama, baru setahun berumah tangga, mereka langsung dikaruniai anak pertama. Membuat hubungan semakin mesra. Wih, tokcer amat sih, Teh.

“Ya alhamdulillah, Kang. Namanya pengantin baru mah saat itu lagi semangat-semangatnya,” aku Mini.

Mini juga mengaku, meski Yongki tak bisa bertahan lama saat di atas ranjang, tetapi mereka melakukan hal itu bisa sampai lima kali dalam sehari. Lantaran hal itulah Mini sangat bahagia di awal-awal masa menjalani hari baru bersama Yongki. “Dia ngajakin terus, pagi siang malam pokoknya nonstop,” ujar Mini.

Seiring berjalannya waktu, Yongki yang masih belum menemukan pekerjaan pasti, sering meminjam uang kepada teman, bahkan kepada orangtua di rumah. Hal itu ia lakukan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Parahnya, keadaan justru semakin rumit saat Mini mulai menunjukkan sikap aslinya. “Ya habisnya kesal aja gitu, Kang. Masa orang pernah kuliah di Jakarta, enggak bisa cari duit di kampung,” tukasnya.

Kehidupan Yongki dan Mini semakin tersiksa saat mereka melihat tetangga sebelah cipika-cipiki melepas suami berangkat kerja dengan mobil pribadi. Kalau sudah begitu, Mini hanya bisa menggerutu dan mengamuk pada sang suami. Kalau sudah begitu, Yongki hanya diam dan pergi entah ke mana.

Sedangkan Mini bakal sering uring-uringan di tengah malam. Tidur tak nyenyak, makan pun tak enak, ia bagai perempuan yang hidup segan mati tak mau. “Ya wajar saya kayak gitu, soalnya kita tinggal di rumah orangtua saya yang rumahnya kecil. Keluarga dia yang rumahnya besar malah menolak kita tinggal di sana,” tukas Mini.

Mini pun menjelaskan, meski punya rumah dan sawah, kedua orangtua Yongki tak pernah peduli dengan keadaan rumah tangga mereka. “Orangtua dia tuh sebenarnya punya uang, tapi enggak pernah kasih kemudahan hidup buat anak-anaknya. Yongki enggak beres kuliah juga karena bapaknya nyuruh dia cari uang sendiri di Jakarta,” curhatnya.

Singkat cerita, Yongki yang sejak kecil mendapat didikan keras dari sang ayah, hari itu harus kehilangan sosok yang baginya pelindung dalam keluarga. Sang ayah meninggal dunia akibat serangan jantung, meninggalkan harta yang selama ini ia simpan. Yongki yang merupakan anak terakhir dari dua bersaudara pun, dapat jatah bagian paling besar. “Kakaknya mah sudah sukses hidup di Sumatra. Jadi, sebagian besar jatah sawah buat Yongki,” aku Mini.

Empat puluh hari pasca kepergian sang ayah, Yongki lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Sedangkan Mini ia tinggal sendiri. Meski Mini mencoba memaklumi lantaran Yongki sedang berduka, namun lama-kelamaan, Mini merasa kesepian. “Ya dia enggak pernah datangin saya. Boro-boro nengok nanya kabar anak istri, dia malah sibuk sama ibu dan rumahnya tanpa ngajak saya,” aku Mini.

Dua bulan kemudian, sikap Yongki semakin tak peduli pada Mini. Parahnya, ia seolah melupakan begitu saja sosok Mini yang selama ini menemani. Hingga suatu hari, melalui orang suruhan, Yongki mengirim uang senilai sepuluh juta untuk biaya makan anaknya yang masih balita.

Saat itu Mini langsung mendatangi Yongki, sang suami mengakui ingin berpisah dan akan menikah dengan wanita perawan pilihannya. Apalah daya, keributan pun tak dapat dihindari. Meski sempat diadakan musyawarah, Yongki tetap teguh dengan keputusannya. Perceraian pun terjadi di antara mereka. “Ya kalau dibilang nyesal sih nyesal, Kang. Saya memang terlalu kasar ke dia,” aku Mini.

Kini Mini sudah hidup bahagia dengan suami barunya. Yongki juga semakin berjaya dengan sawah dan istrinya yang lebih muda tujuh tahun darinya. (Hadiaroh/Hilal)