Darel Azhar Rangkasbitung Bagikan 150 Paket Sembako

0
806 views

LEBAK – Pondok Pesantren Modern (PPM) Darel Azhar, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, terus merajut tali ukhuwah Islamiyah antara warga pesantren dengan masyarakat sekitar. Di antaranya dengan membagikan sembako kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, Sabtu (25/4/2020).

Ada yang berbeda dengan pembagian sembako kali ini. Tidak ada kerumunan massa dan tidak ada buka puasa bersama. Setiap warga yang datang diwajibkan memakai masker dan disemprot tangan dengan hand sanitizer yang telah disediakan pondok pesantren. Hal itu sesuai dengan anjuran pemerintah dan protokol kesehatan di era pandemi Covid-19.

Bentuk bantuan sembako yang dibagikan berupa beras 10 kg, 1 liter minyak sayur, 1 kg gula pasir, 1 kg tepung terigu, 2 kaleng susu kental manis, 1 botol kecap, 1 botol saos, 10 bungkus mie instant , 10 sachet kopi dan lain lain yang jika dinominalkan per paket Rp250.000. Semua item tersebut dikemas dalam satu bok kardus besar. Jumlah keseluruhan yang dibagikan mencapai Rp37,5 juta dalam bentuk sembako yang dikemas dalam 150 paket.

Sebelum dilaksanakan pembagian sembako warga, ada penyampaian taushiyah oleh wakil ketua MUI Kabupaten Lebak KH. Udong Khudlori dan pimpinan ponpes Darel Azhar Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, MM. Kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Syeikh Anwar Yahya Saad Al Azzani Alhafidz yang memohon agar Allah SWT mengangkat segala wabah virus corona serta bencana yang menimpa di seluruh dunia ini, khususnya di Indonesia.

Dalam sambutannya, KH Ikhwan Hadiyyin mengatakan, pembagian sembako sebagai wujud kepedulian pesantren terhadap warga di bulan Ramadan. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat mengurangi beban warga,” katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua Gugus Covid-19 MUI Banten Dr Fadlullah mengapresiasi gerakan swadaya pesantren dalam membantu masyarakat di lingkungan terdekat Pesantren, seperti yang dilakukan PPM Darel Azhar Rangkasbitung. “Ini bagian dari gerakan amal umat 10.000 paket sembako untuk kiai, asatidz, guru ngaji, santri yatim dan masyarakat dhu’afa,” katanya. (alt)