Ketua DPW Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten Maftuh bertemu Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah.

SERANG – Sebanyak 18 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di sejumlah negara, seperti Abudhabi,  Irak, Arab Saudi, Bahrain, Malaysia,  dan Oman, 14 di antaranya berasal dari Kabupaten Serang

Ketua DPW Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten Maftuh mengungkapkan,  masalah yang sedang dialami sejumlah TKI tersebut antara lain over contract, hilang kontak, dan korban trafficking.

“Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang menjadi wilayah kantung TKI. Paling banyak di Kabupaten Serang,  di daerah Pontang dan Tritayasa,” ujarnya saat ditemui setelah melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah di gedung DPRD Banten,  Senin (3/4).

Jumlah TKI bermasalah, menurut Maftuh, bukan data akhir. Pihaknya memperkirakan masih ada TKI yang bermasalah yang belum terdata.  “Ini yang kita temukan berdasarkan laporan,  mungkin saja faktanya lebih dari itu,” papar Maftuh.

Menurutnya,  untuk menyikapi persoalan para TKI,  perlu ada regulasi yang dibuat pemerintah daerah karena sejauh ini penanganan TKI bermasalah belum ada acuan hukum.

“Tadi kita mengusulkan kepada Pak Ketua DPRD agar dibuat Perda tentang TKI. Dengan Perda itu diatur pengawasan dan regulasi lain berkaitan dengan TKI,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Radar Banten Online,  selain berasal dari Kabupaten Serang,  TKI yang bermasalah tersebut berasal dari Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak.   (Bayu)