Dari Bulgaria, Andika Bawa Oleh-oleh untuk Banten

JAKARTA – Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI, Andika Hazrumy mendapatkan kesempatan berkunjung ke Bulgaria selama lima hari. Sejak hari Rabu (12/7) hingga Senin (18/7), Andika bersama GKSB berada di Bulgaria untuk bertemu dengan sejumlah pihak dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria.

“Ya, saya mewakili Komisi III. Kunjungan ke Bulgaria menjadi penting karena diharapkan bisa berkontribusi dalam upaya mempererat kerja sama Indonesia-Bulgaria. Baik itu antar-government atau G to G (pemerintah), parliament to parliament (parlemen) dan juga antar-entitas bisnis atau B to B,” ujar Andika kepada Radar Banten Online melalui sambungan jejaring sosial, tadi pagi.

Andika mengatakan GKSB bertemu dengan Parlemen Bulgaria, Menteri Luar Negeri Bulgaria, Menteri Pariwisata Bulgaria dan juga Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria. “Jadi memang yang dibicarakan hampir semua aspek. Mulai dari politik, pariwisata, sosial dan lain sebagainya,” kata dia.

Namun yang menarik, lanjut Andika, adalah pertemuan dengan Bulgarian Small and Medium Enterprise Promotion Agency (BSMEPA). Itu adalah lembaga khusus yang dibentuk Pemerintah Bulgaria untuk membina usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Tugas BSMEPA itu keren sekali. Mereka memfasilitasi para pengusaha untuk mengembangkan potensi ekonomi Bulgaria. Misi BSMEPA itu yang utama adalah internasionalisasi potensi Bulgaria. Hampir seluruh perusahaan di Bulgaria adalah UMKM dan yang lebih menarik, 75 persen penduduk Bulgaria usia produktif bekerja di sektor UMKM, berkontribusi terhadap PDB Bulgaria sebanyak 64 persen,” jelas Andika.

BSMEPA, kata Andika, juga membuat peta bisnis Bulgaria dan memastikan data yang ada terus ter-update. Dengan begitu, Andika menjelaskan bahwa BSMEPA selalu punya data yang solid dan akurat untuk basis membuat kebijakan.

Secara umum, katanya lagi, BSMEPA meng-assist warga Bulgaria yang ingin mengembangkan usaha, mulai dari membantu perizinan hingga memfasilitasi permodalan dari pihak perbankan. “Ya, BSMEPA bahkan diberi kewenangan oleh bank untuk memutuskan pengusaha mana yang berhak mendapat bantuan kredit,” jelas dia.

Secara eksplisit Andika menyatakan kekagumannya pada skema kerja yang dilakukan BSMEPA, apalagi ditambah dengan begitu besarnya kewenangan yang memungkinkan lembaga tersebut bisa bekerja cepat dan sesuai dengan sasaran.

“Ya, menurut saya, skema itu bisa dimodifikasi hingga sesuai dengan kondisi Indonesia. Bahkan juga mungkin untuk Provinsi Banten. Jadinya itu seperti oleh-oleh yang bermanfaat untuk masyarakat Banten bila skema itu bisa diterapkan dalam skala pemerintahan provinsi,” katanya.

Sementara, Ketua GKSB Indonesia-Bulgaria Ridwan Hisjam mengatakan dalam sektor perdagangan, hubungan Indonesia-Bulgaria masih punya peluang besar untuk terus dikembangkan. Bahkan Bulgaria bisa menjadi pintu masuk perdagangan untuk seluruh Eropa Timur. (RBOnline)