Dari Kamera Ponsel, Ditonton Ratusan Ribu Orang

0
1.410 views
Para youtuber yang tegabung dalam Komunitas Youtuber Serang dan Cilegon saat acara Youtube Rewind di Cilegon, Selasa (23/6).

Kisah Sukses Youtuber Banten (I)

Dari banyaknya youtuber terkenal di Indonesia, ada sejumlah youtuber asal Banten yang meraih monetisasi dan sudah bisa menghasilkan uang. Hingga saat ini, mereka masih eksis.

Haidar – Serang

Mereka adalah para konten kreator yang memeras kreativitas memproduksi video dengan peralatan seadanya. Meski demikian, karyanya ditonton hingga ratusan ribu bahkan jutaan orang.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten, sejumlah channel youtube  yang sukses meraih banyak subscribe ialah Puti Corn dengan 326 ribu subscribe, Adam Datau 4,27 ribu subscribe, Redy Putri 526 ribu subscribe, Rambo Banten 7,21 ribu subscribe, Ratu dan Wahuy 5,49 ribu subscribe, Deni Creator 1,04 juta subscribe dan masih banyak  lainnya yang tergabung dalam Komunitas Youtuber Serang dan Komunitas Youtuber Cilegon.

Sebagian besar pemilik channel youtube di atas memulai produksi konten dengan menggunakan kamera ponsel. Dari keterbatasan itu, mereka berhasil memenuhi persyaratan monetisasi 1.000 subscribe dan 4.000 jam tayang. Seperti halnya salah satu youtuber asal Cilegon Adamiri Datau yang menggunakan ponsel Samsung dengan resolusi kamera 5 megapixel. “Bagi saya segitu sih udah lumayan baguslah hasilnya, kan yang penting kontennya,” kata Ketua Komunitas Youtuber Cilegon yang ditemui Radar Banten di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Selasa (23/6).

Dari penampilannya yang sederhana, hanya mengenakan kaos hitam dan celana training berwarna biru, tak ada orang yang menyadari kalau ia adalah youtuber. Sambil sarapan bubur ayam, Adam bercerita tentang kisahnya menggeluti dunia youtube.

Adam awalnya hanyalah seorang pekerja di pabrik tepung Bogasari di Cirebon. Namun ia memutuskan berhenti bekerja dan memilih hidup di Cilegon bersama orangtuanya. Pada 2012, anak bungsu dari dua bersaudara itu membuat akun youtube yang diisi dengan video akustikan musik. “Waktu itu belum serius bikin konten, subscribenya juga masih 90,” katanya.

Enam tahun kemudian, tepatnya pada 2018, mantan ketua Komunitas Stand up Comedy Cilegon itu mulai membuat video prank dan social experimen, tak disangka, penontonnya mulai banyak dan mendapat tanggapan positif dari teman dekat. “Mereka komentar minta saya bikin lagi,” katanya.

Alumni SMK Fatahillah Serdang itu semakin bersemangat. Dalam seminggu ia bisa meng-upload tiga video. Sejak itu jumlah subscribenya terus bertambah. Hingga suatu hari ia mendapat ide membuat konten tentang artis Tiktok Bowo Alpenliebe, lagi-lagi jumlah penontonnya meningkat hingga 500 ribu orang. “Subscribe juga nambah, saya langsung bisa monetisasi,” katanya.

Adam semakin rajin membuat konten. Dengan kamera ponsel, ia biasa dibantu teman atau pacarnya untuk merekam aksinya menjahili orang di pusat perbelanjaan (mal). Seperti videonya saat pura-pura pingsan, menanyakan alamat kepada pengunjung mal namun langsung pergi saat dijawab.  “Reaksi kesal orang yang saya tanya itu bikin penonton ketawa, tapi pas syutingnya saya langsung minta maaf dan jelasin kalau ini video prank,” terangnya.

Adam yang juga bekerja sebagai penyiar di salah radio di Cilegon itu memanfaatkan waktu senggang untuk membuat konten. Bahkan, komputer untuk mengedit video menggunakan PC kantor tempatnya bekerja. Adam tak punya kamera bagus dan komputer, namun ia memiliki keahlian mengedit video.

Dengan jumlah subscribe 4,27 ribu dan rata-rata penonton mencapai tiga ratus orang satu video, setiap bulan minimal ia mendapat penghasilan Rp1,5 juta. Selain itu, ia juga menerima jasa endorse atau iklan produk untuk diuplod di youtube dan akun media sosial. Penghasilan tersebut ia gunakan untuk membantu ekonomi keluarga lantaran kedua orangtua yang sudah tak bekerja.

“Saya juga sudah ada kontrak dengan perusahaan provider untuk kasih pelatihan konten kreator kepada pelajar SMP dan SMA di Cilegon,” jelasnya.

Menurutnya, dengan menjadi youtuber sebenarnya sudah bisa menghidupinya. Namun harus fokus dan menghabiskan waktu sepenuhnya untuk membuat konten. Cara agar nambah subscribe, kata Adam, dengan membuat konten yang konsisten dan rajin upload. “Bagi youtuber pemula, terus aja upload video, nanti juga bakal nemu konten yang bagus, cocok dan disukai banyak orang,” saranya.

Youtuber lainnya Rambo Serang menilai, geliat konten kreator muda dalam memproduksi video di youtube sudah sangat bagus. Beragam jenis konten baik yang hiburan maupun pendidikan, sudah digarap dengan maksimal dan bernilai positif. “Kreativitas anak muda Banten makin keren,” katanya. (*)