Dari Kumuh Jadi Indah, Penuh Warna

0
195 views

TUNJUNGTEJA – Perubahan yang luar biasa. Kampung Cilograng, tepatnya di RT 01 RW 01, sekarang jadi indah, rapi, dan bersih. Tidak kotor dan kumuh seperti dulu.

Perkampungan di Desa Malanggah, Kecamatan Tunjungteja, itu telah memiliki taman selfie meskipun pembangunannya belum rampung 100 persen. Jalanannya pun terlihat rapi, dilengapi pagar bambu bercat merah-putih. Cat kuning dan hitam pun menjadi pembatas bahu jalan beton di kampung ini. RW 01 siap berkompetisi dengan 1.511 RW lain di Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2020.

“Kampung Cilograng, RT 01 RW 01, menjadi salah satu kampung yang diunggulkan mewakili Desa Malanggah. Di Malanggah, lima RW mengikuti lomba. Tapi kalau dilihat dari progres penataan lingkungannya saat ini, Cilograng yang paling menonjol,” tegas Kepala Desa Malanggah Maman Haerul Iman.

Sebelum ikut LKBA, Maman menjelaskan bahwa Kampung Cilograng mendapat sebutan kampung kumis, kependekan dari kumuh dan miskin.

Tetapi setelah ada proyek betonisasi dan diikutkan LKBA, kampung ini tidak kumuh lagi. Setidaknya, warga kampung ini sudah bisa menghilangkan sebutan kampung kumis.

“Sebelumnya, Cilograng itu kami sebut kumis, kumuh dan miskin. Sejak ikut lomba tahun ini, sudah berubah drastis. Kami nanti fokus membuat taman selfie dan taman baca yang sebelumnya lokasi itu adalah tempat pembuangan sampah, selain penghijauan dengan warung hidup dan apotek hidup,” ujar Maman.

Ketua RT 01 RW 01 Juhdi memaparkan, perubahan di kampungnya itu karena warga semangat gotong royong. Warga membuat gapura, melakukan pemagaran dan pengecatan, hingga mulai melakukan penghijauan di halaman rumah masing-masing. Persiapan kampung ini menghadapi lomba itu telah dilakukan sejak awal September lalu.

“Taman selfie juga sudah hampir selesai. Sekarang penataannya tertunda karena kalau siang sering hujan. Bunga-bunga juga sudah banyak yang kami siapkan. Nanti ketika penataan fisik selesai, bunga-bunga akan kami keluarkan,” ungkap Juhdi.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Malanggah Ade Sukriah mengapresiasi perubahan Kampung Cilograng yang dilakukan warganya. “Pemagaran di sini sudah 90 persen lebih. Penghijauan juga sudah dilakukan. Taman selfie dan taman baca sudah ada, tetapi memang belum selesai. Kami lakukan bertahap karena LKBA ini kan waktunya cukup panjang,” ujarnya.

“Harapan saya sih hasil penataan di kampung ini bisa terus dirawat sama warga, walau lomba sudah selesai,” tutup Ade. (rio/don)