Dari Tugas Kuliah Jadi Lahan Penghasilan Jutaan Rupiah

0
2.073 views

LEBAK – Berkat ketekunan serta keseriusan, enam mahasiswa La Tansa Mashiro berhasil menjadikan tugas kuliahnya menjadi lahan penghasilan jutaan rupiah.

Kisah inspiratif ini berawal dari Kuliah Kerja Usaha – Karya Alternatif Mahasiswa (KKU-KAM) sebagai salah satu syarat kelulusan di kampus yang berada di Kabupaten Lebak tersebut.

Mendapatkan tugas itu, enam mahasiwa memutuskan untuk membuat produk makanan berbahan dasar singkong. Produk tersebut mereka beri nama Cassava Chips. Tak disangka produk tersebut banyak diminati sehingga keenam mahasiswa tersebut menjadikan tugas kuliahnya itu sebagai usaha.

Keenam mahasiswa kreatif tersebut adalah Elsa Arizkia, Dely Fauziah, Novi Nurul Fadilah, Seli Aprianti, Resi Wadianti, dan Hizwati Hasanah.

Elsa Arizkia mengatakan, nama produknya diambil dari bahasa Inggris yang artinya keripik singkong. Produk hasil kesepakatan bersama itu memiliki berbagai macam pilihan rasa, diantaranya, rasa original, balado, barbaque dan keju.

“Dari varian banyak rasa itu yang paling laris adalah rasa Balado. Karena pembeli menyukai rasa manis dengan bercampur rasa pedas,” ujar Elsa, Selasa (1/8).

Elsa dan kawan-kawan memutuskan tugasnya tersebut menjadi bahan pembelajaran berwirausaha karena ingin belajar mandiri dan belajar mencari uang meski belum lulus kuliah. “Kita semua ini, ingin belajar mencari uang sendiri, yang katanya mencari uang itu susah. Nah dari sini kita ingin mengurangi beban orang tua kita masing-masing,” ujar wanita semester akhir ini ketika sedang memasak dirumah Novi salah satu dari ke-enam mahasiswa di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Selasa (1/8).

Elsa menjelaskan, bahwa penjualan setiap hari cukup memuaskan dan menjadi cemilan mahasiswa Latansa Mashiro di sela-sela tidak adanya jam perkuliahan. Lanjut Elsa, setiap harinya Cassava Chip habis sekitar 100 pack bahkan sampai 200 pack lebih.

Cassava Chips dijual dengan harga Rp 5.000 per packnya. Dengan harga tersebut diperkirakan pendapatan bersih perbulannya sekitar Rp. 6 juta.

Menurutnya, produk ini sengaja dijual terjangkau menyesuaikan dengan kantong mahasiswa. “Tadinya kita berpikir untuk menjual di bawah harga Rp 5.000, setelah tidak adanya komentar dari pembeli kita memutuskan untuk menjual lima ribu rupiah satu packnya. Padahal kalau di jual di bawah lima ribu kita masih punya untung,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Novi Nurul Fadilah, ia mengaku, ingin bekerja sendiri dan cita-citanya ingin jadi pengusaha sukses. Menurutnya, dari usaha kecil-kecilan ini bisa jadi pembelajaran untuk tahap awal menjadi pengusaha yang lebih baik dan ini proses dari tujuan itu.

“Kita sepakat untuk meneruskan usaha yang tadinya ini adalah syarat kelulusan kuliah. Selain itu cita-cita saya ingin jadi Entrepreneur sejati, bagusnya lagi untuk jadi Job Creator,” ujar wanita berkulit putih ini.

Terpisah, Hanifah,dosen pembimbing kegiatan KKU-KAM merasa bersyukur ada mahasiswa yang meneruskan usahanya. Sehingga, program dan tujuan kampus untuk menjadikan mahasiswa sebagai Entrepreneurship tercapai dengan adanya mahasiswa pencipta usaha sendiri.

“Jadi tujuan kita tercapai untuk memberikan bekal pengetahuan seperti keterampilan, sikap atau jiwa wirausaha kepada mahasiswa, apabila mereka susah mencari kerja. Pasalnya, persaingan dalam mencari kerja sekarang ini sangat sulit didapatkan. Saya berharap mahasiswa lain mencontoh kakak-kakak tingkat ini, agar menjadi pencipta lapangan kerja (Job creator) serta menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global,” tutur Hanifah. (Omat/twokhe@gmail.com).