Data Kesehatan Calon Haji Tersimpan di Barcode

SERANG – Ada yang berbeda dari segi aturan hasil kesehatan jamaah calon haji (calhaj) 2018 ini. Perbedaan itu, dari cara menyimpan data kesehatan calhaj. Saat ini, data setiap calhaj akan otomatis tersimpan di barcode. Sedangkan di tahun sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mengakui masih mencatat pada buku.

Kepala Dinkes Kota Serang Toyalis menjelaskan, di dalam barcode tersebut seluruh riwayat kesehatan calhaj akan terangkum. Hal itu lebih memudahkan pendataan petugas baik di dalam negeri maupun yang berada di Tanah Suci. “Ini peraturan baru. Tahun sebelumnya menggunakan catatan di buku hasil tes kesehatannya, kalau tahun ini menggunakan barcode. Pemeriksaan dengan menggunakan barcode, nanti akan muncul penyakitnya. Karena nanti saat berada di bandara juga akan dicek kembali,” ujar Toyalis di sela-sela pemeriksaan kesehatan jamaah calon haji di kantor Dinkes Kota Serang, Selasa (10/4).

Toyalis mengungkapkan, berdasarkan data yang ia ketahui, ada sebanyak 836 orang calhaj yang akan berangkat dari Kota Serang untuk menunaikan ibadah rukun Islam yang kelima tersebut. Pemeriksaan kesehatan oleh Dinkes Kota Serang bagi calhaj akan dilaksanakan selama tiga hari, yang dimulai kemarin.

“Kita lakukan pemeriksaan fisik atau check up. Wanita usia subur diperiksa lagi kesehatannya. Kita khawatirkan selain ada yang hamil, juga tidak mampu secara fisik. Apalagi kalau mengidap penyakit kronis, kalau dipaksakan khawatir tidak akan sanggup,” katanya.

Hingga berlangsungnya sejumlah pemeriksaan yang telah dilakukan, Toyalis menyatakan belum menemukan ada calhaj yang tidak layak untuk berangkat. Namun, jika nanti ada yang tidak lolos kesehatan, pihaknya akan memberikan surat rekomendasi untuk penangguhannya. “Selagi dokternya tidak memperbolehkan tetap tidak boleh. Tapi sejauh ini untuk kesehatan, Alhamdulilah belum ada yang sakit parah. Hanya ada beberapa yang perlu mendapat pengawasan. Tapi, kalau semacam darah tinggi atau kencing manis masih bisa,” tuturnya.

Ia menjelaskan, usia calhaj tahun ini didominasi oleh usia subur atau produktif atau dari 20 sampai 50 tahun. Kata dia, menunaikan ibadah haji bukan hanya soal memiliki ongkos tapi juga harus mempunyai bekal fisik yang kuat dan dinyatakan sehat oleh petugas kesehatan. “Hari ini kita melakukan pemeriksaan untuk calon jamaah haji, asal Kecamatan Serang,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Serang, Kokom Komariah mengakui kuota calhaj Kota Serang sebanyak 836 orang. Namun kata dia, tidak menutup kemungkinan angka itu masih dapat bertambah lagi.

“Untuk kloter belum tau, soalnya belum mulai menghitung untuk kloter dan pemberangkatan. Yang pasti, sekarang calon jamaah dilakukan pemeriksaan dulu sesuai peraturan BPIH (Biaya Pelunasan Ibadah Haji) baru,” katanya. (Riko Budi S/RBG)