Saksi mencatat perolehan suara pada rapat pleno rekapitulasi suara pada Pemilu 2019 tingkat Provinsi Banten, di KPU Banten, Kota Serang, Rabu (8/5).

SERANG – Dua hari melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara, KPU Banten baru menetapkan perolehan suara untuk Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang. Padahal sesuai jadwal, seharusnya KPU Banten menetapkan hasil pemilu di lima daerah.

Pantauan Radar Banten di Kantor KPU Banten, hasil perolehan suara untuk Kabupaten Serang seharusnya tinggal ditetapkan pada Rabu (8/5) pagi, namun hingga pukul 10.00 WIB, KPU Kabupaten Serang masih melakukan pencermatan terkait selisih data pemilih yang dipersoalkan sejumlah saksi parpol tingkat Provinsi Banten. Bahkan hingga Rabu malam, KPU Kabupaten Serang belum juga menyampaikan hasil sinkronisasi data pemilih.

Alhasil, rapat pleno rekapitulasi dan penetapan perolehan suara dilanjutkan untuk Kota Serang. Hampir empat jam, rekapitulasi perolehan suara di Kota Serang ditetapkan sekira pukul 13.50 WIB. Setelah hasil perolehan suara di Kota Serang ditetapkan KPU Banten, rapat pleno dilanjutkan dengan rekapitulasi di Kabupaten Pandeglang.

Setelah KPU Pandeglang memberikan penjelasan terkait selisih data pemilih, akhirnya hasil perolehan suara untuk Kabupaten Pandeglang ditetapkan sekira pukul 16.30 WIB. Berdasarkan kesepakatan bersama, rapat pleno dilanjutkan untuk rekapitulasi perolehan suara untuk Kabupaten Lebak.

Banyaknya protes dari saksi parpol, Koordinator Divisi Teknis KPU Banten Masudi yang memimpin rapat pleno, menskor rapat sekira pukul 17.30 WIB. “Rapat pleno kita skor hingga pukul 20.30 WIB. Semoga KPU Lebak bisa memberikan penjelasan terkait hal-hal yang dipersoalkan saksi parpol, dan yang direkomendasikan Bawaslu Banten,” ungkap Masudi.

Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi menilai, adanya perselisihan data pemilih merata terjadi dilima KPU kabupaten/kota yang telah dilakukan rapat pleno rekapitulasi tingkat provinsi, akibatnya penetapan hasil pemilu mengalami keterlambatan.

“Bagi KPU kabupaten/kota yang bisa memberikan penjelasan dan melakukan sinkronisasi data, Bawaslu pasti menyetujui penetapan hasil perolehan suara. Namun bagi yang tidak mampu menjelaskan tanpa dilengkapi bukti pendukung, penetapan bisa ditunda sampai sinkron, seperti yang terjadi di Kabupaten Serang dan Lebak,” tegasnya.

Didih berharap, KPU Kabupaten Tangerang yang baru menyelesaikan rekapitulasi tingkat daerah, dan KPU Kota Tangerang dan Kota Tangsel, untuk cermat saat menyampaikan data saat rekapitulasi ditingkat provinsi.

“Kita berharap hari ini Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang bisa ditetapkan, sehingga besok (Kamis) bisa fokus menyelesaikan rekap untuk wilayah Tangerang Raya,” ujarnya.

Koordinator Divisi Teknis KPU Banten Masudi mengakui bila rekapitulasi tingkat provinsi berjalan dinamis. Dari lima daerah, baru tiga yang ditetapkan. “Malam ini kita harapkan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang bisa menyusul untuk ditetapkan,” katanya.
Masudi menambahkan, pihaknya telah meminta KPU Kabupaten Serang untuk menyiapkan diri memberikan penjelasan terkait selisih data. “Bila Kabupaten Serang dan Lebak malam ini belum clear, maka terpaksa penetapannya diundur besok (hari ini),” pungkasnya. (Deni S)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.