Datang ke DPRD Banten, Dokter Umum Juga Curhat Soal Kesejahteraan

Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Banten
Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Banten

SERANG – Tidak hanya menyampaikan penolakan terhadap program pendidikan formal Dokter Layanan Primer (DLP), sejumlah dokter umum yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Banten juga mendesak Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Banten untuk memperhatikan kesejahteraan para dokter.

Salah seorang dokter yang hadir, Dr. Yuyun Grahbawati, meminta pemerintah memikirkan kesejahteraan para dokter khususnya mereka yang bertugas di daerah-daerah pedalaman. “Harusnya ada insentif bagi dokter yang bertugas di daerah pedalaman. Bedakan insentif untuk dokter yang ada di perkotaan karena tingkat kesulitannya berbeda. Bahkan ada dokter yang nyambi jadi kasir Alfamart,” papar Yuyun saat audiensi dengan Komisi V DPRD Banten, Senin (22/2/2016).

Serupa dengan Yuyun, dokter lainnya, Dr. Hadiwijaya mengatakan kesejahteraan dokter saat ini tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk menempuh pendidikan kedokteran. “Biaya pengobatan berbanding jauh dengan biaya pendidikan. Daftar saja sudah Rp250 juta sekarang,” kata Hadi.

Karena itu menurut Hadi pemerintah sudah seharusnya memperhatikan nasib dokter khususnya dokter umum. “Jarang ada dokter khusus (spesialis) yang mau bertugas di daerah pedalaman.” (Bayu)