Datangi Dishub, Kumala Pertanyakan Soal Truk Pasir Basah dan Terminal

0
819 views

LEBAK – Sejumlah aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) melakukan unjuk rasa ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak, Selasa (1/8). Unjuk rasa yang dilakukan aktivis Kumala ini untuk mempertanyakan masalah truk pengangkut pasir basah yang masih saja beroperasi, dan menuntut Dishub untuk memperbaiki tata kelola terminal serta menertibkan angkutan umum.

Ketua Lapangan (Korlap) Kumala Ina Nahila mengatakan, Dishub Lebak seakan tutup mata mengatasi persoalan truk pengangkut pasir basah. “Ini persoalan klasik yang sudah mengakar di Kabupaten Lebak. Sudah beberapa tahun persoalan ini tidak dibereskan secara tuntas,” ujarnya, Selasa (1/8).

Menurutnya, Dishub Lebak harus bertindak tegas kepada sopir truk pengangkut pasir basah dan over tonase. Karena sangat merugikan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.

“Ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan, apalagi jalan licin. Ini dapat menimbulkan kecelakaan yang tidak diinginkan. Apalagi kecelakaan itu bisa menghilangkan nyawa pengguna jalan,” tegasnya.

Salah satu kader Kumala Agus menambahkan, sopir truk pasir itu sudah banyak meresahkan warga.

“Kita harap Dishub agar menyikapinya secara serius untuk menindak sopir nakal yang masih saja mengangkut pasir basah,” harap Agus.

Kumala juga mempertanyakan permasalahan tata kelola terminal dan angkutan umum yang parkir sembarangan. Pasalnya, dapat menyebabkan kemacetan dan ketidaknyamanannya  pengguna jalan.

“Seperti yang terjadi di terminal Jalan Sunan Kalijaga. Terminal tersebut tidak digunakan sebagaimana fungsinya, masih banyak angkutan umum yang parkir sembarangan. Hal ini menyebabkan kesemrawutan dan kemacetan di jalan tersebut,” ujar Ina Nahila.

Salah satu kader Kumala Ahmad Fauzi menambahkan, ketidaktertiban ini sudah terjadi beberapa tahun, namun pihak Dishub tidak bertindak tegas dalam menyikapi persoalan ini.

“Sering terjadi kemacetan apalagi menjelang hari raya seperti kemarin, jalan tersebut macet parah. Di situ kan ada terminal, seharusnya para sopir angkutan umum menggunakan terminal sebagaimana fungsinya. Sehingga tidak parkir di jalan di luar terminal dan jangan ngetem semaunya. Sehingga menyebabkan jalan jadi macet,” tambahnya. (Omat/twokhe@gmail.com)