Debat Kandidat Pilgub Banten Habiskan Rp2,2 Miliar

0
454 views

SERANG – Debat kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten yang diagendakan selama tiga kali menghabiskan anggaran sebesar Rp2,2 miliar. Sekali debat yang disiarkan langsung oleh televisi nasional dianggarkan sebesar Rp750 juta.

“Pagu anggarannya Rp‎2,2 miliar, tapi itu bukan hanya untuk debat, tapi satu paket dengan iklan kampanye,” kata Sekretaris KPU Banten Septo Kalnadi kepada Radar Banten saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/1).

Septo memerinci, anggaran untuk satu stasiun televisi nasional yang menyiarkan debat kandidat sebesar Rp500 juta ‎dan iklan kampanye Rp250 juta. Jadi total tiga stasiun televisi senilai Rp2,2 miliar.

Kendati dianggarkan Rp2,2 miliar, Septo mengaku pihaknya melakukan efisiensi anggaran. Sebab penentuan tiga televisi yang berhak menggelar debat kandidat Pilgub Banten 2017 bukan ditunjuk oleh KPU Banten, tetapi oleh EO pemenang lelang.‎ “Tapi pemenang lelangnya enggak sampai angka segitu (Rp2,2 miliar). Sekitaran Rp1,8 miliar untuk tiga televisi nasional,” jelas mantan Kepala DPPKD Cilegon ini. ‎”Jadi KPU hemat Rp400 jutaan‎,” sambung Septo.

Sesuai jadwal debat yang telah ditetapkan KPU Banten, debat kandidat Pilgub Banten dilaksanakan tiga kali. Debat perdana pada 28 Desember 2016 tentang pe‎ningkatan kesejahteraan, pelayanan publik, dan pemberdayaan perempuan‎. Debat kedua pada 25 Januari 2017 tentang permasalahan Banten dan solusinya. Debat ketiga pada 9 Februari 2017 tentang sinergitas provinsi dan kabupaten kota.

Sementara tiga televisi yang ditunjuk EO sebagai penyelenggara debat kandidat Pilgub Banten yaitu Metro TV (debat pertama), TV One (debat kedua), dan TVRI (debat ketiga). “Kami berharap kegiatan debat kandidat yang disiarkan langsung oleh televisi nasional bisa disaksikan masyarakat Banten sehingga berdampak pada partisipasi pemilih pada 15 Februari 2017,” harap Septo.

Ketua Pokja Pencalonan dan Kampanye KPU Banten Syaeful Bahri menambahkan, KPU Banten hanya memfasilitasi pelaksanaan debat, sementara penunjukan stasiun televisi yang berhak menyelenggarakan dan menyiarkan acara debat kandidat Pilgub Banten sepenuhnya kewenangan EO pemenang tender. “Untuk debat perdana sudah dilaksanakan dan berjalan lancar. Saat ini kami sedang melakukan persiapan untuk pelaksanaan debat kedua,” katanya.

Syaeful menegaskan, sesuai peraturan KPU, debat kandidat sama dengan kampanye rapat umum dan tes kesehatan. Semua kegiatannya harus difasilitasi KPU. “Termasuk pembiayaannya, KPU yang memfasilitasi,” ungkap mantan Ketua KPU Cilegon ini.

Sebelumnya,‎ Ketua KPU Banten Agus Supriyatna mengajak masyarakat Banten untuk menyaksikan kegiatan debat dari pertama hingga terakhir. “Masyarakat Banten selaku calon pemilih harus menyaksikan pelaksanaan debat sehingga bisa mengetahui program dan visi-misi yang disampaikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten,” kata Agus.

Agus berharap,‎ usai menyaksikan debat kandidat, masyarakat dapat memilih pasangan cagub-cawagub yang akan memimpin Banten selama lima tahun ke depan ini dengan sepenuh hati. Dua pasangan calon yang terdaftar dalam Pilgub Banten yakni pasangan nomor urut 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan pasangan nomor urut 2 Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

Agus melanjutkan, dengan menyaksikan dan melihat sendiri apa saja yang dijabarkan oleh masing-masing calon, masyarakat akan mendapat sebuah pelajaran politik. Sehingga, nantinya masyarakat tidak akan merasa kecewa setelah menentukan pilihannya. “Mudah-mudahan kegiatan debat ini bisa menekan angka golput dalam Pilgub Banten 2017, dan meningkatkan partisipasi pemilih hingga mencapai 85 persen,” kata Agus optimistis. (Deni S/Radar Banten)