Defisit Anggaran, Dana Pemeliharaan Jalan 2020 Turun

0
467 views

LEBAK – Anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan tahun anggaran (TA) 2020, turun. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak hanya mengalokasikan anggaran Rp9 miliar, berkurang dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp11 miliar.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lebak Hamdan Soleh menerangkan, pengurangan anggaran pemiliharaan jalan dan jembatan itu, karena adanya defisit anggaran. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2020 mendapatkan kebijakan efisiensi anggaran.

Hamdan mengatakan, kebijakan pengurangan anggaran itu dilakukan untuk menutupi defisit anggaran. “Pada saat pembahasan RAPBD dengan Komisi IV DPRD Lebak, kami sepakat untuk melakukan efisiensi dan rasionalisasi anggaran,” katanya kepada Radar Banten, Jumat (6/12).

Namun, Hamdan berjanji, instansinya akan mengoptimalkan anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan yang telah dialokasikan itu dengan sebaik-baiknya. Tujuannya, supaya jalan dan jembatan yang menjadi sasaran pemeliharaan dapat tertangani dengan optimal.

Sehingga, lanjutnya, manfaat dari kegiatan itu bisa dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Lebak. “Dengan anggaran yang terbatas kita akan berupaya maksimal untuk melakukan kegiatan pemeliharaan. Sehingga ruas jalan dan jembatan yang ditangani kondisinya selalu baik dan aman,” ungkapnya.

Hamdan meyakinkan, kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan pada 2020 dapat berjalan dengan lancar. Kondisi ruas jalan dan jembatan yang rusak bisa menjadi prioritas untuk dilakukan pemeliharaan. “Prinsipnya kita siap menjalankan tugas dengan anggaran berapapun. Kita ingin panjang jalan yang tertangani bisa lebih banyak,” harapnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto membenarkan, anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan tahun depan mengalami penurunan. Kondisi tersebut, kata dia, akibat defisit anggaran yang dialami Pemkab Lebak sebesar Rp156 miliar. “Namun, kami komitmen akan tetap berupaya maksimal dalam membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak. Sehingga dapat dipastikan, penurunan anggaran pemeliharaan tidak akan menghambat kegiatan di Dinas PUPR Lebak. Semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Lebak Agus Ider Alamsyah membenarkan, Komisi IV dengan Dinas PUPR Lebak telah menyepakati untuk melakukan rasionalisasi atau efisiensi anggaran. Salah satu anggaran yang dipangkas atau dirasionalisasi, kata dia, adalah mengenai anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan. Tahun ini, anggarannya sebesar Rp11 miliar, tetapi tahun depan hanya berjumlah sebesar Rp9 miliar. “Iya, anggarannya turun jadi Rp9 miliar, karena ada efisiensi guna menutupi defisit anggaran,” katanya. (tur/zis)