Delapan Kontrakan di Malingping Terbakar

MALINGPING – Delapan unit kontrakan milik Ana di Kampung Wulangsari, Desa Malingping Utara, Kecamatan Malingping, ludes terbakar pada Selasa (30/7) sekira pukul 19.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut, namun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp400 juta.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, api diduga berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan Berlin binti Firli (11) setelah memasak mi instan. Bahkan, air di panci sampai kering dan membuat api membakar panci serta rak kayu di dapur. Api terus membesar dan merembet ke kontrakan yang lain, sehingga sulit dipadamkan. Masyarakat dan penghuni kontrakan bahu membahu memadamkan api bersama petugas pemadam kebakaran. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal, karena api cepat membesar dan material kontrakan mudah terbakar.

Kapolsek Malingping Kompol Gopar membenarkan, musibah kebakaran yang terjadi di wilayah Malingping Utara tersebut. Saat kejadian, rumah kontrakan dalam kondisi kosong, karena penghuninya sedang berjualan di Alun-alun Malingping. Mereka baru mengetahui terjadi kebakaran setelah kobaran api dan kepulan asap membubung di atas rumah kontrakan yang ditempatinya tersebut.

“Penyebabnya diduga berasal dari kompor yang lupa dimatikan di salah satu rumah kontrakan. Api langsung membesar, karena hembusan angin dan material bangunan yang mudah terbakar,” kata Gopar kepada Radar Banten.

Gofar menjelaskan, tujuh penghuni kontrakan berprofesi sebagai pedagang. Mereka adalah Warsidi asal Solo, Mahendra asal Cirebon, Pardi asal Solo, Wiradi asal Solo, Wahyuni asal Solo, Subandi asal Solo, dan Yuni asal Malingping. Satu unit kontrakan yang ikut terbakar dijadikan gudang oleh para pedagang yang menghuni kontrakan tersebut.

“Dari delapan pintu kontrakan bedeng, hanya tujuh yang ditempati sedangkan satu pintu lagi difungsikan sebagai gudang,” paparnya.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Satpol PP Lebak Ana Wakhyudin menyatakan, petugas pemadam kebakaran sudah berupaya maksimal memadamkan api. Namun api cepat membesar dan sulit dikendalikan, karena itu api baru bisa dipadamkan pada pukul 21.15 WIB.

“Kita terjunkan dua unit mobil damkar. Satu unit mobil damkar dari pos Malingping, sedangkan satu unit lagi kita datangkan dari Rangkasbitung,” paparnya.(Mastur)