Demam Berdarah Mewabah di 15 Kecamatan di Pandeglang

PANDEGLANG – Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pandeglang semakin mengkhawatirkan. Sebelumnya, hanya terjadi di tiga kecamatan, tetapi kini sudah menyerang 15 kecamatan dari 35 kecamatan.

Jumlah penderitanya pun kian bertambah. Awal Januari lalu, hanya puluhan orang dan kini sudah mencapai ratusan orang, tepatnya 143 orang. Sebanyak 140 orang dirawat, dan tiga orang meninggal dunia.

BTN-20 PANDEGLANG“Ya, memang ada sekitar 143 penderita DBD. Tiga orang di antaranya dikabarkan meninggal. Itu dari laporan puskesmas,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang Firmansyah, Jumat (29/1).

Ia mengklarifikasi, tiga penderita DBD yang meninggal dunia hanya indikasi karena kepastiannya masih diteliti. “Untuk memastikan seseorang terkena DBD, itu harus diautopsi karena ada ciri-ciri khususnya,” tegas Firman.

Ia mengklaim, Dinkes telah berupaya optimal melakukan penanganan. Dengan cara melakukan fogging (pengasapan) di seluruh tempat yang disinyalir banyak nyamuk DBD. “Bukan hanya itu, untuk membunuh nyamuk pembawa DBD, kami juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk melakukan sosialiasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya.

Firman menjelaskan, ratusan warga yang terjangkit DBD mayoritas berusia 15 tahun ke bawah. Hal itu ada kemungkinan terjadi karena kekebalan tubuh orang tersebut rendah. Oleh karena itu, seluruh masyarakat diharapkan terus melakukan antisipasi dengan membunuh jentik-jentik nyamuk aedes aegypti yang biasa bersarang pada genangan air bersih.

“Kami baru memiliki 62 tim jumantik (juru pemantau jenti-red). Jumlah itu tentunya sangat tidak sesuai jika harus mengawasi 35 kecamatan. Agar optimal, dibutuhkan peran serta dari masyarakat,” ungkapnya. (RBG)