Demi Langsing dan Sehat, Diet Aman Sampai Ekstrem

Diet erat kaitannya dengan upaya memotong porsi makan untuk menurunkan berat badan. Cap diet juga lebih banyak melekat pada orang-orang yang gemuk atau bahkan obesitas. Itu sebabnya, banyak orang yang beranggapan diet hanya perlu dilakukan oleh orang-orang yang ingin kurus. Makan sayuran dan buah-buahan juga dapat membantu proses diet karena buah dan sayur mengandung serat yang membantu menjaga kesehatan usus.

Itulah beragam alasan diet bermunculan. Beberapa jenis diet itu bahkan terbilang sangat populer, apalagi jika dijalankan oleh public figure yang selalu menjadi pusat perhatian.

Semakin hari, metode diet terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan juga teknologi. Cara diet juga berubah menjadi lebih modern. Meski begitu, beberapa metode diet yang terbilang klasik tetap masih dikenal dan dijalankan sebagian orang. 

Sebelum melakukan diet, harus tahu kapasitas daya tahan tubuh, penyakit yang diderita, juga kebiasaan sehari-hari. Karena dari beragam macam diet, ada yang aman bahkan ekstrem.

Beberapa diet yang dikenal masyarakat antara lain, diet nasi putih atau karbo. Diet karbo dirasakan manfaatnya oleh Rosmawati, mahasiswa Fakultas Hukum Untirta yang menjalani diet itu empat bulan berturut-turut. “Awalnya resah karena berat badan semakin naik pas kuliah. Sebelumnya sudah pernah senam zumba, tapi tidak efektif. Akhirnya dapat masukan dari instruktur untuk diet karbo. Jadi, aku mesen katering diet karbo dan menu makanannya tanpa nasi,” tutur warga Cigadung, Pandeglang itu.

Ros mengaku, tidak kesulitan dengan aturan diet itu, tetapi dirinya masih sering melakukan cheating bila ingin makan makanan yang diinginkan. Meski demikian, hingga kini berat badan Ros menyusut hingga delapan kilogram, dari yang semula 67 kilogram kini mencapai 59 kilogram.

Di luar itu ada diet nasi merah, diet GM (general motors), diet makanan tanpa rasa, diet ketofastosis, dan diet herbalife. Untuk diet yang terakhir, memberi terobosan bagi pelaku diet ini, yakni dengan memberikan herbal nutrisi yang di dalamnya terdapat kebutuhan vitamin yang dibutuhkan. Hal itu yang juga dijalani Kresna Bayu Aji. Terhitung sejak November 2018, Kresna telah menjalani diet ini. Diet ini juga memberi edukasi kepada pelaku diet mengenai kadar kalori di tiap makanan dan menyesuaikan kebutuhan kalori dengan makanan yang harus dimakan.

“Diet ini lebih banyak menggunakan protein hewani yang dapat membentuk masa otot. Semula berat badan saya adalah 89 kilogram sekarang turun jadi 68 kilogram. Turun sekira 11 kilogram,” paparnya.

Selanjutnya, ada diet rendah lemak, diet mayo dan diet OCD (Obsessive Combuzier’s Diet) atau diet puasa yang sempat viral, diet 5:2 yang bisa makan apa saja hanya lima hari setiap minggunya, diet food combining, dan diet paleo.

Kalau beberapa diet di atas adalah diet aman dalam kadar wajar, terdapat dua diet berbahaya jika dilakukan dalam tenggang lama. Yakni, diet atkins dan diet dukan. Penurunan berat badan dilakukan dengan cara mengurangi atau bahkan menghilangkan konsumsi karbohidrat sederhana. Jika dilakukan dalam waktu lama, diet dukan bisa menyebabkan kelelahan, sembelit, bau mulut, hingga kerusakan organ dalam seperti ginjal dan hati.

Mengenai diet, Arya Bayu Handoko, ilustrator Radar Banten sukses melakoninya. Dalam dua pekan, Bayu, berhasil menurunkan berat badan sebanyak lima kilogram. Treatment yang dijalani sampai saat ini dengan mengonsumsi lemon.

Setiap hari, Bayu meminum air lemon yang diperas dan dimasukkan dalam botol. Takarannya sehari 1,5 liter. Botol air lemon itu juga harus dimasukkan satu potongan lemon yang diiris tipis.

“Pokoknya kayak minum air putih aja, tanpa tambahan gula. Perlakuan khusus saat pagi. Air perasan lemon yang diminum tidak ditambah air, cuma beberapa mili kok. Fungsinya untuk menghilangkan nafsu makan berlebih,” jelas Bayu yang tahu trik diet itu dari internet.

Selain diet lemon, Bayu membantu program dietnya dengan gym. Itu untuk mengencangkan kulit perut yang neggelambir setelah lemak hilang. Bayu bilang, gym dilakukan seminggu tiga kali. Itu pun diselingi sehari, misal Senin, Rabu, Kamis. Durasi gym, yakni dua jam sehari.

Treatment yang dilakukan bisa menggunakan treadmill. Kalaupun enggan gym, Bayu bilang bisa diganti dengan plank selama 15 menit per hari. Plank merupakan salah satu bentuk olahraga yang bisa dilakukan untuk memperkuat otot inti tubuh. Gerakannya membantu membentuk otot di sekitar perut dan pinggang, serta memperbaiki postur tubuh secara keseluruhan.

“Istri juga lagi diet, tapi memakai suplemen resep dari saudara yang kerja di BPOM dan ahli gizi. Saudara saya bisa turun berat badannya dari 95 kilogram ke 65 kilogram. Kalau istri sih lagi program diet mau sebulan ini, dari 83 kilogram ke 72 kilogram,” imbuh Bayu.

Mengenai diet lemon, Zahra, tenaga medis yang bekerja di RS Sari Asih Kota Serang berkomentar, bagi penderita maag, diet lemon itu bisa menaikkan asam lambung. “Apalagi kalau terus-terusan, bisa bikin maag kumat. Harus cari diet yang lain,” komentarnya.

Sedangkan Mega Febriyanti, mahasiswi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengaku, idak ambil pusing soal berat badan. “Saya soalnya enggak suka diet, itu yang kebanyakan dilakukan dengan cara esktrem, kayak diet karbo,” ujar mahasiswi 22 tahun itu.

Menurut ahli kesehatan, sederhananya diet bukan semata untuk menurunkan berat badan. Namun, pengaturan pola makan memiliki banyak tujuan berbeda, tergantung masing-masing individu. “Selain mengontrol berat badan, diet juga berfungsi mengontrol pola hidup yang sehat agar tidak terkena penyakit,” jelas Kevin Satya Ganada, mahasiswa Universitas Indonesia itu. (dyah-daman-fikar-najla zetizen/ira)