Demi Rp750 Ribu, Puluhan Warga Rela Berdesakan di Kantor Pos Banjarsari

Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu

SERANG – Puluhan warga Kecamatan Cipocok Jaya rela berdesakan di Cabang Kantor Pos  Komplek RS Pemda, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (10/6). Mereka rela berdesakan demi mendapatkan uang Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) sebesar Rp750 ribu per anggota.

Pantauan Radar Banten Online di lokasi, rombongan warga dari berbagai kelurahan di Kecamatan Cipocok Jaya berdatangan sekira pukul 09.00 WIB pagi. Para pemegang kartu Jamsosratu tersebut datang pagi hari lantaran untuk menghindari antrean panjang yang terjadi saat pengambilan uang Jamsosratu. Sebab dalam setiap pengambilan uang tersebut, para pemegang kartu Jamsosratu mengaku selalu terjadi antrean panjang. Di lokasi, warga tampak gelisah dan menahan sabar melihat padatnya warga yang ingin lebih dulu dilayani petugas Kantor Pos setempat.

Para petugas pun tampak kewalahan menghadapi serbuan ibu-ibu yang sulit diatur. Padahal para petugas sudah mengingatkan agar warga tetap mengantre dengan tertib. Hal itu supaya tak terjadi desak-desakan. “Perhatian ibu-ibu yang tertib ya, nanti semua akan dilayani. Jangan sampai desak-desakan gini,” kata salah seorang petugas di hadapan puluhan ibu-ibu anggota Jamsosratu.

Umaila (40), warga Lebak Gempol, Kelurahan Penancangan mengeluhkan dengan pelayanan yang diberikan Kantor Pos. Sebab ia sudah datang dari pagi hari. “Kalau gak puasa, mungkin ibu-ibu ini sudah pada marah-marah. Sebab pelayanan dari (Kantor) Pos kurang baik. Padahal antrean ini sudah berkali-kali terjadi,” ujarnya.

jamsosratu10jun16_2Umaila menjelaskan, semestinya pihak petugas bisa mengantisipasi terjadinya antrean panjang ini. Sebab banyak warga yang mengeluhkan juga dengan pelayanan dari Kantor Pos. “Bukan apa-apa, saya melihatnya kasihan dengan ibu-ibu tua ikut mengantre dan desak-desakan dalam pengambilan uang itu. Mereka kan lemah. Khawatir terjadi yang tak diinginkan. Ini harus diperhatikan,” keluhnya.

Umaila berharap petugas bisa memperbaiki pelayanannya dengan cepat. Jangan sampai ada korban saat proses pengambilan uang Jamsosratu. “Harus ada perubahan, minimal ada kursi atau apa gitu untuk mengantre. Atau perbaiki cara pengambilan uang tersebut,” ucapnya.

Sementara Hedi Heryanto, salah seorang yang bertugas mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan pada ibu-ibu tersebut tapi imbauannya tak didengar. “Iya kesulitan, sebab petugas lainnya belum pada masuk. Jadi kami juga kewalahan,” ujarnya. (AdeF)