Demi Susu Bayi, Tukang Ojek Maling Ponsel

SERANG – Salabah (32) kini meringkuk di sel Mapolsek Cikande usai dipergoki mencuri ponsel milik Sulistiono, Senin (24/6). Tukang ojek asal Desa Kebon Ratu, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang ini nekad mencuri lantaran terdesak untuk membeli susu anaknya.

“Saya mencuri karena ingin beli susu anak dan beli beras pak,” aku Salabah kepada wartawan di Mapolsek Cikande, Selasa (25/6).

Salabah menuturkan, produksi air susu ibu (ASI) dari istrinya tak lancar. Sehingga, anaknya yang baru berusia lima bulan itu kerap menangis lantaran merasa lapar. “Saya kasihan dengan anak saya pak. Penghasilan saya tidak cukup untuk membeli susu,” katanya.

Salabah pun menyusun rencana pencurian. Kontrakan di Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang menjadi sasaran. Senin (24/6), Salabah meninggalkan rumah dengan mengendarai motornya menuju lokasi.

Saat tiba di sekitar lokasi, kondisi terlihat sepi. Salabah memarkirkan motornya tepat di depan sebuah warung. Dia memutuskan berjalan menuju area kontrakan tersebut. Di depan pintu kontrakkan, Salabah mengeluarkan obeng dari saku bajunya. “Saya jalan kaki kesana (rumah korban-red). Motor saya taruh di warung,” katanya.

Pintu kontrakkan berhasil dibobol Salabah. Dia langsung masuk dan memeriksa setiap sudut kontrakkan yang disewa oleh korban. Dalam hitungan menit, Salabah berhasil menemukan ponsel dan sejumlah uang milik korban. Barang curian itu dimasukkan Salabah ke dalam saku pakaiannya.

Salabah bergegas keluar kontrakkan. Agar tak dicurigai, Salabah menutup pintu kontrakkan. Tetapi, upaya Salabah kabur tak berjalan mulus. Salabah sempat berpapasan dengan korban saat berjalan menuju motornya.

Korban yang curiga bergegas masuk dan memeriksa ke dalam kontrakannya. Korban kian curiga saat tak menemukan ponsel miliknya. Korban memutuskan mengejar Salabah dan meneriakinya maling. “Saya dikejar, tangan saya dipegang sama yang punya HP (Listiono-red),” tuturnya.

Teriakan korban memancing perhatian warga. Beberapa warga sekitar berlari mendekat ke arah korban. Emosi warga memuncak saat mendapati Salabah. Tanpa dikomando warga langsung memukuli Salabah. “Saya kapok Pak,” sesalnya.

Beruntung salah satu warga menyelematkan Salabah dari amukan massa. Salabah dibawa ke sebuah rumah milik warga untuk diinterograsi sembari menunggu kedatangan polisi. “Pelaku diamankan sekira pukul 12.30 WIB. Dari tangan pelaku kita dapatkan barang bukti HP, obeng, dompet dan uang tunai,” kata Kapolsek Cikande Komisaris Polisi (Kompol) Kosasih.

Salabah disangka melanggar Pasal 363 KUH Pidana. Dia terancam pidana maksimal tujuh tahun. (mg05/nda/ags)