SERANG – Puluhan pemuda yang mengaku sebagai warga Malingping, Kabupaten Lebak, melakukan aksi protes terhadap Pemprov Banten lantaran butuknya infrastruktur jalan di wilayah mereka. Aksi dilakukan dengan cara mogok makan, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Aksi yang berlangsung sejak Selasa (3/2/2015) ini akan mereka lakukan sampai Pemprov Banten membuat komitmen memperbaiki jalan menuju Banten Selatan.

Memasuki hari ketiga, Kamis (5/2/2015), salah satu peserta aksi harus tumbang dan dilarikan ke Klinik Mutiara Banten, Kota Serang. Herul (20) dilarikan ke klinik pada pukul 22.30 WIB malam tadi.

Menurut dr Suaedi, dokter yang bertugas di klinik tersebut, Haerul didiagnosa hipoglikemi atau kekurangan gula, yang menyebabkan melemahnya kondisi seseorang.

“Kondisi pasien sangat lemah, dia (Haerul-red) menderita kekurangan gula atau dalam istilah medis disebut hipoglikemi, sehingga pasien harus dirawat,” ujarnya kepada wartawan.

Untuk diketahui, 10 orang pemuda yang menamakan diri PILAR Comunity, menggelar aksi mogok makan menuntut Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Banten untuk menertibkan kendaraan overtonase melintas di ruas jalan Saketi – Malingping yang menyebabkan ruas jalan tersebut mudah rusak dan mengganggu aktifitas warga sekitar.

Rahmat, koordinator aksi, mengatakan, tumbangnya satu peserta aksi tidak akan menyurutkan niat mereka untuk terus melakukan
aksi mogok makan sampai ada upaya nyata pemerintah untuk memperbaiki ruas jalan Saketi-Malingping.

“Kami akan terus melakukan aksi sampai hari Jumat, sesuai yg kami rencanakan. Kami masih menunggu upaya nyata pemerintah” ujarnya.(Wahyudin)