Demo Tolak Revisi UUD MD3 Berakhir Ricuh

SERANG – Ratusan massa dari organisasi Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Serang berunjuk rasa, yang berakhir ricuh di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten, Curug, Kota Serang, Rabu (28/2). Dalam aksi unjuk rasa ini, PMII Kota Serang menolak revisi UU MD3 oleh DPR.

Kegiatan yang diawali dengan long march dari Ciceri Kota Serang ke Kawasan KP3B Kota Serang berlangsung rusuh dan du jotos antar mahasiswa dengan aparat kepolisian tidak terhindarkan. 

Pantauan di lokasi, kerusuhan terjadi saat mahasiswa bersi keras ingin bertemu dengan pimpinan DPRD Banten. Pihak DPRD Banten enggan menemui dengan alasan para pimpinan sedang tidak ada di kantor. Aksi dilanjutkan dengan membakar ban bekas di depan kampus II UIN Banten.

Koordinator Lapangan, Riyan Alfian, mengatakan pihaknya tidak bermaksud untuk membuat kerusuhan. Mahasiswa hanya ingin menyampaikan rekomendasi dan bertemu dengan pimpinan DPRD Banten. Namun, pihak kepolisian dan anggotanya langsung saling dorong mendorong.

“Bagi PMII, DPR sudah keterlaluan, harus mendengar aspirasi kita, mengapa bertemu aja begitu sulit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Cabang PMII Kota Serang, Abdul Rahman Ahdori menuturkan, keberadaan UU MD3 tidak perlu direvisi total. Menurut dia, UU MD3 harus pro terhadap rakyat. Jangan justru menyempitkan ruang demokrasi. 

“Bagi kami, pasal 73, pasal 122, dan 245 sudah sangat berbahaya, jika kemudian disahkan. Kamipun menuntut kepada pemerintah agar segera menyikapi hal ini,” ucapnya.

Ia beralasan, DPR cukup membuktikan kinerjanya. Tidak harus banyak merubah regulasi yang memicu pergolakan di masyarakat. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).