Demokrat Jadi Rebutan Sembilan Bakal Calon

0
570 views
Jajaran pengurus DPC Demokrat Kota Cilegon saat memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon di Hotel The Royale Krakatau, Senin (23/12).

CILEGON – Partai Demokrat Kota Cilegon memastikan tidak akan mengusung kader internal pada Pilkada 2020 mendatang. Partai yang meraih dua kursi pada Pemilu 2019 itu masih akan melakukan perbaikan struktur internal partai.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh menilai Pilkada 2020 mendatang belum menjadi momentum yang tepat bagi partainya untuk mengusung kader internal. “Kita memperbaiki struktur terlebih dahulu. Ketika sudah baik, mapan, kami belajar dari partai-partai yang saat ini mengusung kandidat, kita harus seperti buah yang matang di pohonnya, bukan karbitan,” papar Rahmatulloh, di Hotel The Royale Krakatau Cilegon, Senin (23/12).

Pertimbangan lainnya, lanjut Rahmatulloh, jumlah kursi yang dimiliki oleh Demokrat di parlemen saat ini masih jauh dari standar minimal yang disyaratkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Diketahui, syarat untuk mengusung adalah memiliki delapan kursi di legislatif, sedangkan Demokrat hanya memiliki dua kursi.  “DPC Demokrat kita tahu diri,” tegas Rahmatulloh.

Meski tidak mengusung kader internal, Demokrat tidak mau asal-asalan dalam melabuhkan dukungan pada tokoh eksternal. Karena itu, lanjut Rahmatulloh, pihaknya menggelar proses penjaringan serta akan melakukan survei popularitas serta elektabilitas kepada tokoh-tokoh eksternal yang telah mengembalikan formulir penjaringan.

Dijelaskan Rahmatulloh, ada sembilan tokoh yang telah mengikuti proses penjaringan di Demokrat. Di antaranya, Helldy Agusitan, Farurohman, Reno Yanuar, Alawi Mahmud, Ratu Ati Marliati, Iye Iman Rohiman, Awab, Dede Rohana Putra, dan Ranta Soeharta.

Kendati telah mengembalikan formulir serta menyampaikan sekilas tentang visi misinya, Rahmatulloh mengingatkan kepada para tokoh tersebut untuk terus membangun komunikasi dengan partai Demokrat karena proses untuk mendapatkan rekomendasi belum selesai.

“Kami tidak mungkin mengajukan ketika komunikasinya tidak terbangun, tidak juga asal mengusulkan nama,” paparnya.

Soal survei, diperkirakan Demokrat akan melakukannya pada awal 2020. Survei itu akan menjadi salah satu pertimbangan DPC Demokrat dalam menyodorkan data-data terkait tokoh yang telah mengikuti penjaringan. “Semua yang mendaftar data-datanya akan kami serahkan semuanya ke DPD untuk kemudian dikaji dan disurvei ulang oleh DPD,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Cilegon Ahmad Haris Suratinoyo menuturkan, usai survei, tim penjaringan Demokrat Kota Cilegon akan membuat matriks sembilan tokoh yang telah mendaftar. Matriks itu tersusun dari data masing-masing tokoh, visi misi, serta diperkuat dengan hasil survei.

“Partai kita punya visi untuk menang dalam rangka membesarkan partai di Kota Cilegon. Karena itu, proses yang dilalui sangat serius,” ujarnya.

Adapun survei ulang yang akan dilakukan oleh DPD guna memastikan data yang diajukan oleh DPC masih aktual dengan momentum DPD menentukan nama yang akan diusulkan ke DPP.  (bam/ibm/ira)