Dendam di Balik Pembantaian Satu Keluarga di Waringinkurung

Rumah korban pembunuhan di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang.

SERANG – Kasus pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa (13/8), diduga karena berlatar belakang dendam. Polisi juga menduga pembantaian sudah direncanakan secara matang oleh pelaku.

“Motifnya karena dendam, secepatnya perkaranya akan dituntaskan,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi kepada Radar Banten, Rabu (14/8).

Dia mengatakan, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Namun, dia enggan membeberkan identitas terduga. “Nanti kabur orangnya (saat diminta menyebutkan identitas-red). Pokoknya ada yang kami curigai,” kata Kapolres.

Rustadi (33) dan anaknya Alwi (4) ditemukan tewas di ruang tengah rumahnya sekira pukul 07.30 WIB. Sementara Siti Sadiyah, istri Rustadi, ditemukan dalam kondisi kritis bersimbah darah dan hingga saat ini mendapat perawatan intensif di RSUD Cilegon. Polisi meyakini kasus pembunuhan ini sudah direncanakan. “Sudah direncanakan karena dua pelaku mengenakan topeng,” kata Kapolres.

Kasus pembunuhan terjadi saat Rustadi beserta istri dan anaknya tidur di dalam rumah. Sekira pukul 01.00 WIB terdengar suara ketukan pintu. Sadiyah yang terbangun lantas menuju pintu depan. Saat membukakan pintu, Sadiyah langsung diserang oleh salah satu pelaku menggunakan senjata (tajam-red). Tebasan sajam itu mengenai kepala. “Langsung diserang (saat membukan pintu-red),” ucap Kapolres.

Sadiyah beberapa kali dibacok menggunakan sajam hingga membuatnya tersungkur tak berdaya. Pelaku kedua yang sudah berada di dalam rumah lalu menyerang Rustadi. Usai menganiaya Sadiyah, polisi menduga kedua pelaku dan Rustadi sempat berkelahi sebelum ditemukan tewas. “Kalau anaknya tidak ada luka akibat benda tajam, meninggal mungkin karena dibanting,” kata Kapolres.

Polisi yang menerima informasi pembantaian telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Rustadi dan anaknya, Alwi dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang untuk dilakukan autopsi. “Di lokasi kejadian memang kami tidak menemukan senjata tajam,” ucap Kapolres. (bam-mg05/alt/ags)